Pabrik Rudal Bawah Tanah Iran Dipamerkan, Teheran Klaim Produksi Makin Ganas

JurnalPatroliNews | Internasional — Iran kembali memamerkan kemampuan industri pertahanannya. Televisi pemerintah Iran, IRIB News, merilis rekaman kunjungan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Ali Abdollahi, ke fasilitas produksi rudal balistik yang berada di bawah tanah.

Dalam rekaman tersebut, Abdollahi menyampaikan klaim bahwa kapasitas produksi rudal Iran mengalami peningkatan signifikan dalam satu tahun terakhir.

“Produksi kami telah meningkat secara signifikan dalam satu tahun terakhir,” kata Abdollahi, sebagaimana dikutip Minggu (23/8/2026).

Pernyataan itu disampaikan di tengah upaya Teheran menunjukkan bahwa industri pertahanannya tetap mampu beroperasi dan melakukan pemulihan setelah konflik dengan Israel dan Amerika Serikat.

Selain kemampuan produksi rudal, media pemerintah Iran juga menyebut produksi drone serang atau suicide drones meningkat hingga tiga kali lipat sejak awal perang.

Klaim tersebut menjadi bagian dari narasi Teheran mengenai pemulihan kapasitas industri pertahanan setelah sejumlah fasilitas militernya menjadi sasaran serangan.

Pameran fasilitas bawah tanah juga memperlihatkan bagaimana Iran berupaya menunjukkan keberadaan infrastruktur pertahanan yang terlindungi dari ancaman serangan udara.

Fasilitas bawah tanah selama ini menjadi salah satu elemen penting dalam strategi pertahanan Iran, khususnya untuk menjaga infrastruktur yang berkaitan dengan program rudal dan persenjataan.

Perkembangan kemampuan produksi Iran menjadi perhatian setelah sebelumnya sejumlah pejabat pertahanan Israel menyatakan terkejut melihat cepatnya proses pemulihan industri pertahanan Teheran.

Selama beberapa bulan, sejumlah pejabat dan pakar militer Israel memperkirakan serangan terhadap kompleks industri militer Iran akan membuat kemampuan produksi Teheran mengalami kemunduran dalam waktu panjang.

Namun, klaim terbaru dari Iran menunjukkan gambaran berbeda.

Teheran berupaya memperlihatkan bahwa kerusakan akibat konflik tidak membuat industri pertahanannya berhenti. Sebaliknya, Iran mengklaim mampu melakukan pemulihan kapasitas produksi dalam waktu lebih cepat dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Meski demikian, angka peningkatan produksi yang disampaikan pejabat dan media pemerintah Iran tersebut merupakan klaim dari pihak Teheran dan belum seluruhnya dapat diverifikasi secara independen.

Pameran fasilitas rudal bawah tanah itu pada akhirnya menjadi pesan strategis Iran kepada lawan-lawannya: kemampuan industri pertahanan yang dimiliki negara tersebut diklaim masih berjalan dan terus diperkuat setelah konflik.

Komentar