Gubernur Meksiko Cuma 34 Jam Menjabat, Lalu Kembali Cuti di Tengah Kasus Narkoba

JurnalPatroliNews | Internasional — Drama politik kembali mengguncang Sinaloa, Meksiko. Gubernur Sinaloa Ruben Rocha Moya kembali meninggalkan sementara jabatannya hanya sekitar 34 jam setelah mengumumkan dirinya kembali memimpin negara bagian tersebut.

Rocha sebelumnya mengambil cuti selama lebih dari tiga bulan untuk menghadapi penyelidikan terkait tuduhan perdagangan narkoba yang dilayangkan otoritas Amerika Serikat. Setelah menyatakan kembali bekerja pada Jumat (21/8/2026), ia kembali mengajukan cuti kepada Kongres Sinaloa sehari kemudian.

Reuters melaporkan Rocha meminta cuti tanpa batas waktu dan lebih dari 30 hari. Langkah itu diambil ketika penyelidikan terhadap dirinya masih menjadi sorotan di tengah tekanan politik dari pemerintah Meksiko.

“Hari ini, saya kembali menjalankan tugas saya sebagai Gubernur Konstitusional Negara Bagian Sinaloa,” tulis Rocha melalui akun X pada Jumat.

Rocha sebelumnya mengatakan telah menjalani penyelidikan selama 112 hari. Ia menegaskan tidak ada bukti yang menunjukkan dirinya terlibat dalam tindak pidana.

“Dengan kata lain, saya tidak melakukan kejahatan,” tegasnya.

Kasus Rocha berawal dari tuduhan serius yang diajukan jaksa federal Amerika Serikat.

Dalam dakwaan tersebut, Rocha dan sejumlah pejabat lainnya dituduh memiliki hubungan dengan faksi Los Chapitos dari Kartel Sinaloa. Mereka diduga membantu aktivitas penyelundupan narkoba ke Amerika Serikat dengan imbalan dukungan politik, suap, serta perlindungan terhadap jaringan kartel.

Rocha membantah seluruh tuduhan tersebut. Ia menilai perkara yang diajukan pemerintah AS merupakan serangan bermotif politik terhadap gerakan Morena yang berkuasa di Meksiko.

Kasus tersebut menjadi sensitif karena Rocha merupakan anggota Morena dan selama ini dikenal sebagai sekutu Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum.

Keputusan Rocha untuk kembali menjabat juga mendapat respons dingin dari pemerintahan Sheinbaum dan lingkungan Partai Morena.

Meski tidak menyebut nama Rocha secara langsung, Sheinbaum menyampaikan pesan yang dianggap berkaitan dengan polemik tersebut.

“Kekuasaan tanpa prinsip berubah menjadi kesombongan; kekuasaan tanpa batas menjadi penyalahgunaan,” tulis Sheinbaum melalui X.

Rocha kemudian merespons dengan pesan singkat yang menegaskan bahwa kepentingan Sinaloa, negara, dan gerakan politik yang mereka dukung harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi.

“Sinaloa, bangsa, dan gerakan transformasi berada di atas segalanya,” tulisnya.

Rocha, 77 tahun, dikenal dekat dengan mantan Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador dan merupakan bagian dari lingkaran politik Morena.

Kasus Rocha muncul ketika pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump meningkatkan tekanan kepada Meksiko untuk memperkuat pemberantasan perdagangan narkoba dan jaringan kartel.

Pemerintah Trump berulang kali menyoroti dugaan hubungan antara sejumlah politikus Meksiko dan kelompok kartel. Washington bahkan menawarkan bantuan militer untuk mendukung perang melawan perdagangan narkoba.

Namun, Presiden Claudia Sheinbaum menolak intervensi militer Amerika Serikat di wilayah Meksiko.

Di tengah tekanan tersebut, kasus Rocha menjadi salah satu persoalan politik yang sensitif bagi pemerintahan Sheinbaum. Kembalinya sang gubernur ke kantor hanya bertahan sekitar satu setengah hari sebelum kembali mengajukan cuti menambah tekanan terhadap posisi politiknya.

Untuk saat ini, Rocha tetap membantah tuduhan terhadap dirinya, sementara proses hukum dan politik terkait kasus tersebut masih berlangsung.

Komentar