Pesawat Sukhoi Bermasalah Saat Pengereman, Awak Selamat dan Pesawat Dievakuasi

JurnalPatroliNews | Makassar — Seluruh awak pesawat tempur Sukhoi Su-30MK2 milik TNI Angkatan Udara dipastikan selamat setelah pesawat mengalami insiden overrun dan keluar dari ujung landasan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin (24/8/2026).

Insiden terjadi sekitar pukul 11.00 WITA di sisi barat landasan atau runway 13 ketika pesawat menjalani rangkaian test flight setelah menyelesaikan pemeliharaan tingkat berat atau overhaul.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan kondisi pesawat dan seluruh awak dalam keadaan aman.

“Pesawat dan seluruh awak dalam kondisi aman. Selanjutnya, pesawat ditarik menuju hanggar perawatan untuk dilakukan pemeriksaan dan disiapkan untuk melaksanakan tes berikutnya,” kata Nyoman dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).

Sistem Pengereman Bermasalah

Menurut Nyoman, insiden bermula ketika pesawat melakukan tahapan pemeriksaan berupa simulasi take off. Saat memasuki proses pengereman, sistem pengereman pesawat tidak bekerja secara maksimal.

“Saat melaksanakan pengereman terjadi kendala teknis pada sistem pengereman yang tidak berfungsi secara maksimal dan berakibat pesawat keluar 30 meter dari batas ujung landasan,” ujarnya.

Akibat kendala tersebut, pesawat melampaui batas ujung landasan dan berhenti di area luar landasan.

TNI AU kemudian melakukan penanganan terhadap pesawat dan menariknya menuju hanggar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan tersebut diperlukan sebelum pesawat kembali dipersiapkan untuk mengikuti tahapan test flight berikutnya.

Pengelola Bandara Benarkan Insiden

Pihak pengelola Bandara Internasional Sultan Hasanuddin juga membenarkan adanya insiden tersebut.

PGS Branch Communication and CSR Department Head Bandara Sultan Hasanuddin Taufan Yudhistira mengatakan pesawat mengalami insiden di runway 13.

“Berdasarkan video viral di media sosial, kami sampaikan bahwa memang terjadi hal tersebut di landasan pacu sisi barat (runway 13) di Bandara Sultan Hasanuddin,” kata Taufan.

Penanganan dilakukan bersama oleh pihak pengelola bandara dan TNI AU untuk memastikan kondisi area tetap aman.

Penerbangan Komersial Tetap Normal

Meski terjadi insiden di runway 13, aktivitas penerbangan komersial di Bandara Sultan Hasanuddin tidak terhenti.

Operasional penerbangan dialihkan menggunakan runway 03-21 yang berada di sisi utara-selatan.

Taufan memastikan aktivitas penerbangan tetap berjalan normal dan tidak terganggu akibat insiden pesawat tempur tersebut. Kondisi ini juga dikonfirmasi oleh laporan terbaru yang menyebut pengalihan runway dilakukan agar penerbangan tetap berlangsung.

Dengan penanganan yang dilakukan TNI AU dan pengelola bandara, insiden tersebut tidak menyebabkan penghentian keseluruhan operasional Bandara Sultan Hasanuddin.

Pesawat Kembali Diperiksa

Pasca-insiden, fokus TNI AU kini diarahkan pada pemeriksaan menyeluruh terhadap pesawat sebelum melanjutkan tahapan pengujian.

Insiden tersebut terjadi bukan dalam penerbangan operasional biasa, melainkan ketika pesawat menjalani rangkaian pengujian setelah menyelesaikan overhaul.

TNI AU memastikan keselamatan awak menjadi prioritas dan pesawat akan kembali menjalani pengujian setelah pemeriksaan serta penanganan teknis dinyatakan selesai.

Sementara itu, aktivitas penerbangan sipil di Bandara Sultan Hasanuddin tetap berlangsung menggunakan runway 03-21.

Komentar