Bikin Panik Keluarga! Mahasiswa Makassar Ngaku Diculik, Polisi Temukan Fakta Mengejutkan

JurnalPatroliNews | Makassar – Aksi nekat seorang mahasiswa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berujung terbongkarnya drama penculikan palsu. EE (23) diduga sengaja membuat skenario seolah-olah dirinya diculik dan disekap untuk mendapatkan uang sebesar Rp90 juta dari orang tuanya.

Kasus tersebut bermula ketika EE tiba-tiba memutus komunikasi dengan keluarganya. Tak lama berselang, orang tua EE menerima pesan yang mengabarkan bahwa anak mereka telah diculik dan disekap.

Pesan tersebut disertai permintaan uang tebusan sebesar Rp90 juta. Orang tua EE juga diancam bahwa anak mereka akan dibunuh apabila uang yang diminta tidak segera disiapkan.

Panik mengetahui kabar tersebut, keluarga kemudian melaporkannya kepada polisi.

Kanit Jatanras Polrestabes Makassar AKP Sangkala mengatakan, laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan. Polisi kemudian melakukan pelacakan hingga menemukan keberadaan EE di sebuah kos eksklusif di kawasan Tamalanrea, Makassar.

“Ada orang tua melapor anaknya diculik dan minta tebusan Rp90 juta. Kami selidiki, berhasil temukan anaknya itu di kos-kosan,” ujar Sangkala kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).

Namun, hasil penyelidikan polisi justru menemukan fakta yang jauh berbeda dari laporan awal. EE tidak sedang berada dalam kondisi disekap atau menjadi korban penculikan.

Polisi menemukan EE berada di dalam kamar kos bersama seorang perempuan. Dari pemeriksaan awal, polisi menyimpulkan bahwa kabar penculikan tersebut merupakan skenario yang dibuat sendiri oleh EE.

“Korban sendiri yang membuat suatu sandiwara penculikan,” kata Sangkala.

Kepada polisi, EE mengakui membuat cerita penculikan tersebut untuk mendapatkan uang dari orang tuanya. Menurut Sangkala, kebutuhan sehari-hari hingga gaya hidup menjadi alasan EE mencari cara tersebut.

“Kebutuhan sehari-hari, termasuk kehidupan hedonnya, sehingga muncul pemikiran untuk mendapatkan uang dari orang tuanya dengan cara memeras orang tuanya dengan berpura-pura bahwa dia sementara diculik dan disekap,” jelasnya.

Dengan ditemukannya EE dalam keadaan selamat, ancaman penculikan yang sebelumnya membuat keluarga panik akhirnya terbantahkan.

Kasus tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa laporan penculikan dengan permintaan tebusan harus segera ditangani secara serius. Namun, hasil penyelidikan di lapangan tetap menjadi kunci untuk memastikan apakah sebuah laporan benar-benar merupakan tindak pidana penculikan atau justru bagian dari skenario yang sengaja dibuat untuk memperoleh keuntungan.

Polisi masih mendalami kasus tersebut untuk menentukan langkah hukum selanjutnya terhadap EE berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik.

Komentar