JurnalPatroliNews | Washington — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah media pemerintah Iran menayangkan video yang berisi ancaman terhadap Barron Trump, putra bungsu Presiden AS Donald Trump.
Video berdurasi sekitar tiga menit tersebut menampilkan narasi mengenai dugaan pemantauan terhadap Barron yang kini berusia 20 tahun. Tayangan itu juga menyebut adanya imbalan sebesar US$10 juta atau sekitar Rp156–177 miliar bagi pihak yang berhasil membunuhnya. Klaim mengenai nominal hadiah tersebut belum dikonfirmasi secara independen.
Ancaman tersebut kemudian mendapat perhatian serius dari Dinas Rahasia Amerika Serikat (US Secret Service), lembaga yang bertanggung jawab memberikan perlindungan kepada keluarga Presiden AS.
Juru bicara Secret Service Nate Herring mengatakan pihaknya mengetahui keberadaan video tersebut dan sedang menindaklanjuti informasi yang dapat dianggap sebagai ancaman terhadap individu yang berada di bawah perlindungan mereka.
“Dinas Rahasia AS mengetahui video tersebut dan menyelidiki segala sesuatu yang dapat dianggap sebagai ancaman terhadap orang-orang yang kami lindungi,” kata Herring, sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (26/8/2026).
Namun, Secret Service tidak mengungkap langkah pengamanan maupun informasi intelijen yang sedang ditangani dengan alasan keamanan operasional.
Video tersebut disebut menampilkan berbagai gambaran mengenai keberadaan Barron, termasuk lingkungan kampus dan aktivitasnya. Laporan sejumlah media menyebut tayangan tersebut diproduksi oleh media yang memiliki keterkaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), meski rincian mengenai pihak yang bertanggung jawab atas produksi video tersebut tetap menjadi perhatian.
Kemunculan video tersebut berlangsung ketika hubungan Washington dan Teheran berada dalam kondisi sangat tegang. Perang dan konflik terbuka antara kedua negara telah berlangsung berbulan-bulan, disertai pertukaran ancaman serta tekanan ekonomi dari Amerika Serikat terhadap Iran.
Reuters sebelumnya melaporkan bahwa Amerika Serikat menerima sejumlah peringatan dari Israel mengenai dugaan ancaman Iran terhadap Donald Trump. Salah satu peringatan tersebut bahkan diterima sebelum sebuah operasi rahasia yang melibatkan pesawat Air Force One di Turkiye.
Trump sendiri sebelumnya pernah mengatakan dirinya merupakan target utama upaya pembunuhan yang dikaitkan dengan Iran.
Dalam situasi tersebut, ancaman terhadap anggota keluarga presiden mendapat perhatian khusus dari aparat keamanan AS. Secret Service menegaskan tidak akan membuka rincian mengenai langkah perlindungan ataupun informasi intelijen yang dimilikinya.
Video yang menargetkan Barron juga menjadi bagian dari rangkaian materi bernada ancaman terhadap keluarga Trump yang muncul di media Iran. Tayangan tersebut memperlihatkan bagaimana konflik geopolitik antara Washington dan Teheran tidak hanya berlangsung melalui jalur militer dan ekonomi, tetapi juga merambah perang propaganda dan ancaman terhadap figur-figur yang berada di lingkaran kepemimpinan Amerika Serikat.
Meski demikian, keberadaan video dan penyelidikan Secret Service tidak dengan sendirinya membuktikan adanya operasi pembunuhan yang sedang berlangsung terhadap Barron Trump. Otoritas keamanan AS hingga kini tidak mengungkap apakah ancaman tersebut memiliki kredibilitas operasional.










Komentar