Jelang Pemilu Israel, Netanyahu Ungkap Klaim Mengejutkan: Iran Incar Putranya

JurnalPatroliNews | Internasional — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim Iran pernah berupaya membunuh salah satu putranya. Namun, Netanyahu tidak mengungkap identitas putra yang dimaksud maupun memberikan rincian mengenai dugaan rencana pembunuhan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Netanyahu dalam wawancara dengan Channel 14, Senin (25/8/2026), ketika dirinya ditanya mengenai isu penolakan salah satu badan keamanan Israel untuk memberikan perlindungan kepada kandidat perdana menteri menjelang pemilu.

Netanyahu menyebut ancaman terhadap keluarganya menjadi alasan penting perlunya pengamanan terhadap orang-orang terdekatnya.

“Iran menargetkan salah satu putra saya. Iran mencoba membunuh, mencoba menghabisi nyawa salah satu putra saya,” ujar Netanyahu.

Ia kemudian menegaskan bahwa perlindungan keamanan bagi keluarganya bukan sesuatu yang dapat dianggap sebagai kemewahan.

“Iran mencoba membunuh salah satu putra saya, dan oleh karena itu, perlindungan keamanan ini bukanlah sebuah kemewahan,” katanya.

Meski melontarkan klaim tersebut, Netanyahu tidak menjelaskan kapan dugaan upaya pembunuhan itu terjadi, bagaimana bentuk ancamannya, ataupun seberapa jauh rencana tersebut telah dijalankan.

Hingga kini, identitas putra Netanyahu yang disebut menjadi sasaran juga belum diketahui secara pasti.

Salah satu putra tertuanya, Yair Netanyahu, diketahui tidak tinggal di Israel dan menetap di Miami, Amerika Serikat.

Pernyataan Netanyahu muncul ketika konflik antara Israel dan Iran masih menjadi perhatian utama kawasan. Dalam narasi yang disampaikan, perang yang berlangsung sejak Februari disebut telah menyebabkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas.

Di tengah situasi tersebut, isu keamanan pejabat dan keluarga pejabat Israel kembali menjadi sorotan.

Netanyahu sendiri juga menghadapi agenda politik domestik yang tidak kalah penting. Pemilu Israel dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026, sementara jajak pendapat terakhir yang disebut dalam laporan menunjukkan koalisi pemerintahan yang dipimpinnya masih berada di posisi tertinggal.

Kondisi politik tersebut membuat setiap pernyataan terkait keamanan, ancaman terhadap pejabat, maupun konflik dengan Iran berpotensi mendapat perhatian luas.

Namun, klaim Netanyahu mengenai dugaan upaya pembunuhan terhadap putranya belum disertai rincian yang dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai ancaman tersebut.

Reuters telah menghubungi misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York terkait pernyataan Netanyahu tersebut.

Namun, hingga berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan dari pihak Iran mengenai klaim bahwa salah satu putra Netanyahu menjadi sasaran dugaan upaya pembunuhan.

Ketiadaan penjelasan lebih lanjut membuat klaim tersebut masih bergantung pada pernyataan Netanyahu sendiri.

Di tengah konflik yang belum mereda dan meningkatnya tensi politik menjelang pemilu Israel, isu keamanan keluarga pejabat diperkirakan akan terus menjadi bagian dari perdebatan publik.

Untuk saat ini, belum ada informasi independen yang disampaikan dalam laporan tersebut untuk mengonfirmasi rincian dugaan rencana pembunuhan yang disebut Netanyahu.

Komentar