Manuver Rendah Berujung Maut, F-4 Phantom Yunani Jatuh dan Terbakar

JurnalPatroliNews | Athena — Tragedi mengguncang ajang Athens Flying Week 2026 setelah jet tempur F-4 Phantom milik Angkatan Udara Yunani jatuh saat melakukan manuver penerbangan di ketinggian rendah di sekitar Pangkalan Udara Tanagra, Sabtu (5/9/2026).

Kecelakaan tersebut menewaskan dua pilot yang berada di dalam pesawat. Insiden terjadi di hadapan ribuan penonton yang menyaksikan pertunjukan udara di pangkalan militer yang berjarak sekitar 60 kilometer sebelah utara Athena.

Pesawat bermesin ganda dengan dua awak itu jatuh setelah melakukan manuver di udara sebelum menghantam daratan dan memicu kobaran api serta kepulan asap hitam tebal. Tidak ada penonton yang dilaporkan terluka akibat kecelakaan tersebut.

F-4 Phantom Jatuh Saat Manuver Rendah

Menurut laporan Reuters, pesawat jatuh hanya beberapa menit setelah lepas landas. Saksi mata melihat jet melakukan belokan ke kanan dalam posisi rendah sebelum kehilangan ketinggian dan jatuh sekitar dua kilometer dari area lapangan udara.

Benturan menyebabkan pesawat terbakar dan menimbulkan kepulan asap besar yang terlihat dari kawasan pertunjukan.

Meski kecelakaan terjadi di tengah kegiatan yang dipadati penonton, area jatuhnya pesawat berada cukup jauh dari lokasi utama penonton sehingga tidak dilaporkan adanya korban dari masyarakat.

Dua Pilot Tidak Selamat

Upaya pencarian dan penyelamatan segera dilakukan setelah pesawat jatuh.

Petugas Angkatan Udara Yunani kemudian menemukan kedua awak pesawat. Keduanya dinyatakan meninggal dunia.

Operasi pencarian sempat terkendala kobaran api di sekitar lokasi jatuhnya pesawat. Kondisi medan dan kebakaran membuat petugas harus bekerja dalam situasi berbahaya.

85 Pemadam dan 11 Pesawat Dikerahkan

Besarnya kebakaran membuat otoritas mengerahkan personel dan armada dalam jumlah besar.

Sekitar 85 petugas pemadam kebakaran, dibantu 11 pesawat dan helikopter pemadam, dikerahkan untuk mengendalikan api yang muncul setelah kecelakaan.

Kebakaran bahkan menyebar ke vegetasi di sekitar lokasi sehingga penanganan dilakukan tidak hanya untuk mengamankan titik jatuh pesawat, tetapi juga mencegah api meluas.

Pertunjukan Udara Langsung Dibatalkan

Kecelakaan tersebut membuat penyelenggara menghentikan seluruh rangkaian pertunjukan udara yang masih tersisa sepanjang akhir pekan.

Penonton juga diminta meninggalkan kawasan pangkalan udara setelah insiden terjadi. Otoritas setempat mengeluarkan perintah evakuasi di wilayah sekitar lokasi karena kebakaran yang muncul setelah pesawat jatuh.

Athens Flying Week 2026 sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 5 dan 6 September dengan menampilkan berbagai pesawat militer dan sipil dari Yunani maupun sejumlah negara lain.

Duka Mendalam dari PM Yunani

Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis menyampaikan belasungkawa atas gugurnya dua penerbang Angkatan Udara Yunani.

Mitsotakis menyebut tragedi tersebut menjadi pengingat mengenai risiko yang dihadapi para penerbang militer Yunani yang setiap hari menjalankan tugas menjaga wilayah udara negara.

“Rasa duka cita sangat terasa, dan kami turut berduka cita kepada keluarga kedua pilot yang telah gugur,” kata Mitsotakis, sebagaimana dikutip sejumlah media.

Yunani Tetapkan Tiga Hari Berkabung

Pasca kecelakaan, pemerintah Yunani menetapkan masa berkabung selama tiga hari bagi Angkatan Bersenjata.

Menteri Pertahanan Nasional Yunani Nikos Dendias juga menghentikan agenda resminya di Thessaloniki dan kembali ke Athena untuk menangani situasi setelah insiden tersebut.

Keputusan berkabung menjadi bentuk penghormatan terhadap dua pilot yang gugur sekaligus mempertegas besarnya dampak tragedi tersebut bagi institusi militer Yunani.

Siprus Sampaikan Belasungkawa

Duka juga datang dari negara tetangga Yunani.

Menteri Pertahanan Siprus Vasilis Palmas menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan masyarakat Yunani atas meninggalnya dua perwira Angkatan Udara Yunani.

Palmas menyebut kecelakaan tersebut sebagai tragedi yang merenggut nyawa dua personel militer ketika menjalankan tugas dalam sebuah pertunjukan udara di Pangkalan Udara Tanagra.

F-4 Phantom di Ambang Masa Pensiun

Kecelakaan ini juga menjadi perhatian dunia penerbangan militer karena F-4 Phantom merupakan salah satu pesawat tempur legendaris buatan Amerika Serikat yang telah digunakan Yunani sejak era 1970-an.

Pesawat jenis tersebut dijadwalkan tampil dalam Athens Flying Week 2026 bersama sejumlah pesawat tempur modern, termasuk F-16, Rafale, Mirage 2000-5 dan M-346.

F-4 Phantom yang jatuh tersebut juga disebut menjadi salah satu penampilan publik terakhir tipe pesawat itu sebelum memasuki fase akhir masa operasionalnya di Angkatan Udara Yunani.

Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki

Hingga kini, penyebab pasti jatuhnya F-4 Phantom belum diumumkan.

Angkatan Udara Yunani telah membentuk tim investigasi untuk menelusuri rangkaian kejadian yang menyebabkan pesawat kehilangan ketinggian dan jatuh ketika sedang menjalankan manuver pertunjukan.

Karena investigasi masih berlangsung, penyebab kecelakaan belum dapat disimpulkan, termasuk apakah berkaitan dengan faktor teknis, kondisi penerbangan, manuver atau faktor lainnya.

Tragedi di Tengah Ribuan Penonton

Kecelakaan F-4 Phantom di Tanagra menjadi pukulan berat bagi Athens Flying Week yang dikenal sebagai salah satu ajang pertunjukan udara besar di Eropa Tenggara.

Ribuan penonton datang untuk menyaksikan berbagai aksi pesawat militer dan sipil. Namun, pertunjukan berubah menjadi suasana duka ketika sebuah pesawat tempur jatuh dan menewaskan seluruh awaknya.

Tidak adanya korban dari kalangan penonton menjadi satu-satunya kabar yang sedikit melegakan di tengah tragedi tersebut.

Kini perhatian tertuju pada proses investigasi untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada pesawat sebelum jatuh.

Bagi Angkatan Udara Yunani, kecelakaan ini bukan hanya kehilangan sebuah pesawat tempur, tetapi juga kehilangan dua penerbang yang gugur ketika menjalankan tugasnya di udara.

Komentar