JurnalPatroliNews – Jakarta – Insiden maut mengguncang Bandara Internasional Denver, Amerika Serikat, pada Jumat (8/5) malam waktu setempat.
Seorang pejalan kaki yang belum teridentifikasi identitasnya dilaporkan tewas setelah tertabrak pesawat maskapai Frontier Airlines yang tengah bersiap melakukan lepas landas (take-off).
Pihak pengelola bandara mengonfirmasi bahwa korban merupakan seorang penyusup yang nekat menerobos keamanan dengan cara melompati pagar pembatas bandara.
Berdasarkan rekaman kronologi, hanya berselang dua menit setelah melompati pagar, pria tersebut berlari melintasi landasan pacu tepat saat pesawat Airbus A321 milik Frontier Airlines melaju dengan kecepatan tinggi.
Kecelakaan tersebut berakibat fatal bagi si pejalan kaki. Otoritas setempat menyatakan korban meninggal dunia di lokasi kejadian setelah tersedot ke dalam mesin pesawat yang sedang beroperasi.
Pihak bandara juga memastikan bahwa korban bukan merupakan staf, pekerja, ataupun individu yang memiliki izin akses resmi ke area airside.
Akibat tabrakan tersebut, pilot segera melakukan pengereman mendadak dan membatalkan prosedur lepas landas.
Dalam rekaman komunikasi dengan Menara Kontrol (ATC), pilot melaporkan kondisi darurat berupa munculnya api pada bagian mesin tak lama setelah benturan terjadi.
Petugas pemadam kebakaran bandara pun bergerak cepat ke lokasi untuk memadamkan api dan mengevakuasi para penumpang melalui pintu darurat.
Dilaporkan sebanyak 12 penumpang mengalami luka ringan akibat guncangan pengereman mendadak dan proses evakuasi. Lima di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Menteri Transportasi Amerika Serikat, Sean Duffy, menyampaikan bahwa aparat penegak hukum kini tengah melakukan investigasi mendalam terhadap pelanggaran keamanan yang sangat serius ini.
Duffy menyebutkan bahwa tindakan korban melompati pagar dan berlari ke arah landasan pacu yang aktif merupakan tindakan yang disengaja.
Saat ini, landasan pacu 17L di Bandara Internasional Denver ditutup sementara untuk keperluan olah tempat kejadian perkara.
Komite Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) telah diterjunkan ke lokasi untuk memimpin investigasi teknis guna menentukan bagaimana protokol keamanan bandara bisa ditembus dan mengevaluasi kerusakan pada armada Frontier Airlines tersebut.














