JurnalPatroliNews | Jakarta — Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari keenam. TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama tim SAR gabungan terus memperluas dan mengintensifkan penyisiran di sejumlah sektor pencarian, Minggu (13/9/2026).
Dalam perkembangan terbaru, unsur TNI AL kembali menemukan sebuah benda yang diduga dapat menjadi petunjuk dalam operasi tersebut.
Life jacket berwarna oranye ditemukan KAL Anyer I-3-64 Lanal Banten pada pukul 09.30 WIB di perairan sebelah barat Cikoneng.
Pelampung tersebut ditemukan pada titik koordinat 06°01’59” Lintang Selatan–105°52’49” Bujur Timur.
Life Jacket Bertuliskan KM Samudera Pratama
Life jacket yang ditemukan memiliki warna oranye dengan tulisan “KM. Samudera Pratama”.
Benda tersebut kemudian langsung dibawa menuju posko untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut.
Meski ditemukan di tengah operasi pencarian kapal yang membawa lima jurnalis, TNI AL dan tim SAR gabungan belum menyimpulkan adanya keterkaitan antara pelampung tersebut dengan rombongan yang hilang.
Proses pemeriksaan masih diperlukan untuk memastikan asal-usul dan kepemilikan life jacket tersebut.
Titik Pencarian Diperketat
Temuan tersebut menjadi perhatian bagi unsur pencari di lapangan. Area di sekitar lokasi penemuan kini menjadi salah satu titik yang diperketat dalam penyisiran.
Tim SAR gabungan juga terus berkomunikasi dengan kapal-kapal niaga maupun kapal lain yang melintas di sekitar wilayah operasi.
Informasi mengenai sektor pencarian dibagikan kepada kapal yang berada di kawasan tersebut untuk memperluas jangkauan pengamatan dan memperbesar peluang menemukan keberadaan kapal maupun para korban.
Namun, hingga proses identifikasi selesai, setiap temuan di lapangan tetap diperlakukan sebagai petunjuk yang harus diverifikasi.
TNI AL Tak Mau Berspekulasi
TNI AL menegaskan belum dapat memastikan apakah life jacket yang ditemukan tersebut berkaitan dengan lima jurnalis dan tiga ABK yang hilang kontak.
Sikap tersebut diambil untuk mencegah kesimpulan prematur di tengah berlangsungnya operasi SAR.
Pelampung yang ditemukan akan diperiksa lebih lanjut di posko untuk mengetahui asal dan keterkaitannya dengan kapal yang menjadi objek pencarian.
Dengan demikian, temuan tersebut belum dapat dinyatakan sebagai bagian dari perlengkapan kapal yang membawa delapan orang tersebut.
Delapan Orang Masih Dicari
Operasi SAR saat ini difokuskan pada pencarian satu unit speedboat yang membawa delapan orang.
Mereka terdiri atas lima jurnalis dan tiga ABK yang dilaporkan hilang kontak ketika melakukan perjalanan untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Tim gabungan terus melakukan penyisiran melalui jalur laut dengan mengerahkan sejumlah kapal perang, kapal patroli, serta unsur penyelamatan.
Armada TNI AL Dikerahkan
Dalam operasi tersebut, TNI AL mengerahkan sejumlah unsur untuk memperluas cakupan pencarian.
Armada yang dilibatkan antara lain KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, KRI Lepu-861, KAL Anyer I-3-64, KAL Pohawang I-3-30, RHIB Peucang Lanal Banten, RHIB 02 Banten, serta RHIB 02 Lampung.
Selain unsur TNI AL, operasi juga melibatkan tim SAR dan sejumlah instansi terkait.
Beberapa unsur tersebut di antaranya KN SAR Tetuka-247, KN SAR Basudewa, KP Sanjaya, dan KP Hayabusa.
Pengerahan berbagai unsur tersebut dilakukan untuk memperluas sektor pencarian di perairan Selat Sunda.
Pencarian Terus Dilanjutkan
TNI AL memastikan operasi pencarian akan terus dilakukan dengan mengoptimalkan personel dan seluruh sumber daya yang tersedia.
Setiap informasi dan temuan dari lapangan akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan pola serta sektor penyisiran berikutnya.
TNI AL juga menyatakan komitmennya untuk terus membantu menemukan lima jurnalis beserta tiga awak kapal yang hingga kini masih dalam pencarian.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk pelaksanaan perintah Presiden RI Prabowo Subianto agar operasi pencarian dan pertolongan terhadap seluruh korban dapat dimaksimalkan.
Hingga Minggu (13/9/2026), life jacket bertuliskan “KM. Samudera Pratama” masih menjalani proses identifikasi. Belum ada kepastian bahwa benda tersebut berkaitan dengan kapal yang membawa lima jurnalis dan tiga ABK yang hilang kontak.













Komentar