Geger! WN Australia dan Dua Anaknya Ditemukan Tewas di Bungalow Bali

JurnalPatroliNews | Badung — Seorang warga negara Australia berinisial SDJ (57) ditemukan meninggal dunia bersama dua anaknya yang merupakan warga negara Indonesia (WNI), ADS (10) dan LKS (3), di sebuah bungalow di Kabupaten Badung, Bali, Minggu (13/9/2026).

SDJ ditemukan dalam kondisi tergantung. Sementara dua anaknya, masing-masing berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, ditemukan tergeletak di lantai kamar.

Ketiga korban ditemukan sekitar pukul 10.14 WITA setelah istri SDJ yang berada di Jakarta meminta bantuan warga untuk mengecek kondisi suami dan kedua anaknya yang tidak dapat dihubungi.

Ketiganya diketahui tinggal di bungalow tersebut dengan status kontrak sejak 2022 hingga 2029.

Istri Korban Minta Warga Cek Bungalow

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D Simatupang mengatakan, informasi awal mengenai kondisi ketiga korban diterima polisi sekitar pukul 08.30 WITA.

Saat itu, salah seorang saksi bernama Nur Khamid (51) mendapat telepon dari seseorang yang mengaku sebagai istri SDJ.

“Dalam sambungan telepon tersebut, saksi diminta membantu mengecek kondisi suami dan kedua anaknya yang tinggal di bungalow karena tidak dapat dihubungi,” kata Leonardo dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

Sebelum kejadian, SDJ tinggal di bungalow tersebut bersama istri dan kedua anaknya.

Namun, sekitar empat hari sebelum ketiga korban ditemukan meninggal dunia, sang istri berangkat ke Jakarta.

Warga Buka Paksa Pintu Bungalow

Setelah menerima telepon tersebut, Nur kemudian mendatangi bungalow untuk mengecek kondisi penghuni.

Saksi mencoba melihat ke dalam rumah melalui jendela, tetapi tidak menemukan aktivitas dari dalam bungalow.

Nur kemudian menemui pemilik bungalow. Keduanya kembali melakukan pengecekan, tetapi tetap tidak melihat adanya aktivitas dari dalam rumah.

Pemilik bungalow selanjutnya menghubungi Kelian Lingkungan.

Beberapa menit kemudian, Kelian Lingkungan bersama sejumlah tetangga datang ke lokasi untuk memastikan kondisi penghuni bungalow.

Warga sempat mengetuk pintu dan memanggil penghuni dari luar. Namun, tidak ada respons.

Karena khawatir terjadi sesuatu, warga akhirnya membuka pintu secara paksa.

“Karena khawatir terjadi sesuatu, pintu akhirnya dibuka secara paksa,” kata Leonardo.

Setelah pintu terbuka, warga mendapati tiga orang telah meninggal dunia di dalam bungalow tersebut.

Polisi Dalami Penyebab Kematian

Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Tim Identifikasi Polresta Denpasar.

Pemeriksaan awal terhadap kondisi luar tubuh ketiga korban dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai penyebab kematian.

Dari pemeriksaan tersebut, polisi menduga kedua anak SDJ meninggal akibat dibekap dan dicekik.

Sementara SDJ diduga meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara menggantung diri.

Meski demikian, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian masing-masing korban.

“Untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban perlu kiranya dilakukan autopsi jenazah,” kata Leonardo.

Jenazah Tiga Korban Dievakuasi

Setelah proses pemeriksaan awal di lokasi kejadian, ketiga jenazah dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Jenazah SDJ, ADS, dan LKS telah dibawa ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah.

Polisi masih melakukan pendalaman terhadap rangkaian peristiwa yang menyebabkan tiga korban ditemukan meninggal dunia.

Hasil autopsi nantinya akan menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan penyebab pasti kematian ketiga korban.

Polisi juga akan mendalami berbagai keterangan saksi serta temuan dari olah TKP untuk mengungkap secara utuh peristiwa yang terjadi di bungalow tersebut.

Kasus ini masih dalam penanganan Polresta Denpasar dan dugaan mengenai pembunuhan terhadap kedua anak serta bunuh diri sang ayah belum dapat dinyatakan sebagai kesimpulan akhir sebelum hasil pemeriksaan forensik dan penyelidikan kepolisian diperoleh.

Komentar