Kemensos Buka Gerakan Peduli Tetangga, ASN Diminta Bantu Warga Akses Bansos

JurnalPatroliNews | Jakarta — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak seluruh jajaran Kementerian Sosial (Kemensos) terlibat dalam Gerakan Nasional Peduli Tetangga dengan menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos).

Gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan sosial sekaligus mempersiapkan penerapan digitalisasi bantuan sosial (bansos) secara nasional pada 2027.

Gus Ipul mengatakan, gerakan tersebut diperlukan agar masyarakat yang sebenarnya membutuhkan perlindungan sosial tidak terlewat hanya karena tidak mengetahui mekanisme layanan, tidak memiliki perangkat teknologi, atau mengalami keterbatasan untuk melakukan pendaftaran secara mandiri.

“Karena itu, hari ini saya mengajak seluruh jajaran Kementerian Sosial untuk bergerak bersama dalam Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk perlindungan sosial,” kata Gus Ipul saat memberikan arahan dalam apel pagi bersama seluruh pegawai Kemensos di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026).

ASN Kemensos Diajak Jadi Agen Perlinsos

Menurut Gus Ipul, siapa pun yang berada dekat dengan masyarakat dapat mengambil peran sebagai Agen Perlinsos.

Peran tersebut tidak hanya ditujukan kepada pendamping sosial. Pegawai Kemensos, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), pendamping rehabilitasi sosial, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Karang Taruna, pendamping desa, hingga masyarakat umum juga dapat terlibat.

Khusus jajaran Kemensos dan pendamping sosial, Gus Ipul menilai mereka memiliki modal penting karena selama ini telah berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Kalian sudah lebih dulu ada di tengah masyarakat. Kalian sudah kenal by name, by address siapa yang selama ini kesulitan. Ini adalah modal kita semua untuk membantu mereka,” ujarnya.

Melalui gerakan tersebut, kepedulian terhadap kondisi warga di lingkungan sekitar diharapkan dapat diubah menjadi tindakan nyata.

Agen Perlinsos Bukan Penentu Penerima Bansos

Gus Ipul menegaskan, Agen Perlinsos tidak memiliki kewenangan menentukan siapa yang berhak menerima bansos.

Tugas agen adalah menjadi pintu awal bagi masyarakat yang membutuhkan informasi maupun pendampingan untuk melakukan pendaftaran layanan perlindungan sosial.

“Tugas Agen Perlinsos hanya satu, menjadi loket, tempat orang datang, tempat orang didampingi untuk mendaftar. Tidak lebih dari itu. Agen tidak menentukan siapa layak dan siapa tidak layak (menerima bansos), agen tidak bisa dan tidak boleh memanipulasi data siapa pun, yang menilai kelayakan adalah sistem berbasis DTSEN dan data administratif lainnya, bukan agen, bukan pejabat, bukan siapa pun secara personal,” tegas Gus Ipul.

Dengan demikian, keputusan mengenai kelayakan penerima tetap dilakukan berdasarkan sistem dan data yang menjadi dasar penetapan.

Agen hanya membantu masyarakat agar dapat masuk ke dalam sistem dan mengikuti proses yang berlaku.

Tegaskan Agen Bukan Calo Bansos

Gus Ipul juga mengingatkan agar Agen Perlinsos tidak berubah menjadi perantara atau calo bansos.

Para agen dilarang memberikan janji kepada masyarakat bahwa mereka pasti akan mendapatkan bantuan setelah melakukan pendaftaran.

Pasalnya, masyarakat yang telah mendaftar dan melewati proses verifikasi belum otomatis menjadi penerima bansos.

“Lolos pendaftaran dan verifikasi belum berarti pasti menerima bansos. Tetap ada penetapan berdasarkan data, kriteria, prioritas dan kemampuan anggaran,” jelasnya.

Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa proses pendaftaran merupakan bagian dari mekanisme perlindungan sosial, bukan jaminan seseorang akan langsung memperoleh bantuan.

Agen Perlinsos Dilarang Menerima Imbalan

Selain tidak memiliki kewenangan menentukan penerima bansos, Agen Perlinsos juga bekerja dengan prinsip kerelawanan.

Gus Ipul menegaskan agen tidak mendapatkan gaji maupun imbalan dari masyarakat yang dibantu.

“Agen Perlinsos adalah relawan. Tidak digaji, tidak ada imbalan jasa apa pun, dan dilarang meminta atau menerima uang, barang, hadiah, ataupun imbalan dalam bentuk apa pun dari masyarakat yang dibantu,” tegas Gus Ipul.

Seluruh proses layanan juga diberikan secara gratis.

Dengan demikian, kehadiran Agen Perlinsos bukan dimaksudkan untuk menciptakan pekerjaan baru, melainkan menjadi jembatan bagi warga yang mengalami kesulitan mengakses layanan perlindungan sosial.

Masyarakat Bisa Ajukan Sanggah Data

Dalam pelaksanaannya, Agen Perlinsos juga dapat membantu masyarakat apabila menemukan data yang tidak sesuai.

Agen dapat membantu proses pengajuan sanggah terhadap data tersebut.

Namun, Gus Ipul menegaskan bahwa tanggung jawab atas kebenaran data tetap berada pada masyarakat yang memberikan informasi.

Proses tersebut dilakukan dengan persetujuan biometrik sehingga agen tidak mengambil alih tanggung jawab pemilik data.

“Kita membantu prosesnya, bukan mengambil alih tanggung jawabnya,” katanya.

Gus Ipul juga meminta jajaran Kemensos tidak sekadar mendaftar sebagai agen, tetapi benar-benar turun melihat kondisi masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Bapak-ibu semua sebagai Kementerian Sosial punya keistimewaan, yaitu tahu persis bagaimana cara membantunya. Jangan sampai ada tetangga yang berhak, tapi terlewat hanya karena kita diam,” tambahnya.

Cara Daftar Jadi Agen Perlinsos

Masyarakat yang ingin menjadi Agen Perlinsos terlebih dahulu harus memiliki Identitas Kepedulian Digital (IKD).

Setelah memiliki IKD, calon agen dapat membuka situs agenperlinsos.kemensos.go.id dan memilih menu pendaftaran Agen Perlinsos.

Selanjutnya, calon agen diminta melengkapi data diri, melakukan verifikasi wajah, kemudian menyatakan komitmen sebagai Agen Perlinsos.

Khusus pegawai Kemensos yang belum memiliki atau belum mengaktifkan IKD, layanan aktivasi disiapkan melalui kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“Khusus hari ini bagi kita di Kementerian Sosial yang belum memiliki dan belum mengaktifkan IKD siang nanti tim Dukcapil siap membuka layanan aktivasi IKD di Kementerian Sosial. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya supaya tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak segera menjadi Agen Perlinsos. Siap?” ujar Gus Ipul kepada peserta apel.

“Siap!” jawab seluruh peserta apel.

Agen Diminta Aktif Menjangkau Warga

Setelah terdaftar, Gus Ipul meminta para Agen Perlinsos mulai melihat kondisi masyarakat di lingkungan masing-masing.

Warga yang membutuhkan perlindungan sosial tetapi belum terdaftar dapat dibantu melalui mekanisme yang telah disediakan Kemensos.

“Tengok tetangga kita, kalau ada warga yang membutuhkan, tapi belum terdaftar, bantu mereka melalui perlinsos.kemensos.go.id. Warga yang kita bantu daftarkan tidak harus memiliki IKD sendiri, kita yang menjadi jembatan agar mereka bisa masuk ke dalam sistem. Semua gratis, tanpa dipungut biaya sepeser pun,” ungkapnya.

Gerakan Nasional Peduli Tetangga tersebut diharapkan dapat memperkuat jangkauan perlindungan sosial hingga tingkat lingkungan masyarakat.

Dengan melibatkan orang-orang yang berada dekat dengan warga, Kemensos ingin memastikan keterbatasan akses teknologi maupun informasi tidak menjadi alasan masyarakat yang membutuhkan terlewat dari sistem perlindungan sosial.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju digitalisasi bansos secara nasional pada 2027, dengan tetap menempatkan sistem dan data sebagai dasar utama dalam menentukan kelayakan penerima bantuan.

Komentar