JurnalPatroliNews | Islamabad–Karachi — Diplomasi pertahanan Indonesia kembali bergerak di kawasan Asia Selatan. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali memimpin delegasi TNI Angkatan Laut dalam kunjungan kehormatan ke Pakistan untuk memperkuat hubungan bilateral, khususnya di bidang pertahanan dan keamanan maritim.
Kunjungan yang berlangsung pada 16 September 2025 itu mencakup dua kota penting, Islamabad dan Karachi. Dalam agenda tersebut, KSAL didampingi Asisten Intelijen (Asintel) Kasal, Asisten Operasi (Asops) Kasal, Asisten Personel (Aspers) Kasal, Danguskamla Koarmada I, serta sejumlah staf.
Di Islamabad, Laksamana Muhammad Ali melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat tinggi Pakistan. Di antaranya Presiden Pakistan Asif Ali Zardari, Chief of Defence Forces (CDF) sekaligus Chief of Army Staff (COAS) Field Marshal Asim Munir, serta Chief of Naval Staff Pakistan Navy Admiral Naveed Ashraf.
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk membicarakan penguatan hubungan pertahanan kedua negara, terutama dalam konteks kerja sama antarmiliter dan peningkatan kapasitas Angkatan Laut.
Agenda kemudian berlanjut ke Karachi, salah satu pusat aktivitas maritim dan industri pertahanan Pakistan.
Di kota pelabuhan tersebut, KSAL bertemu Managing Director Karachi Shipyard & Engineering Works Rear Admiral Salman Ilyas, Commander Karachi Vice Admiral Muhammad Faisal Abbas, Commander Coastal Command Vice Admiral Faisal Amin, serta Commander Pakistan Fleet Vice Admiral Abdul Munib.
Tak hanya melakukan pertemuan bilateral, Laksamana Muhammad Ali juga meninjau sejumlah fasilitas dan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) Pakistan.
Kunjungan mencakup Pakistan Naval Academy PNS Rahbar, kapal selam terbaru Pakistan Navy PNS Hangor, serta frigat PNS Tughril (F261).
Latihan Bersama hingga Pengembangan SDM
Dalam rangkaian pembicaraan, kedua pihak membahas sejumlah agenda yang diarahkan untuk memperluas kerja sama Angkatan Laut Indonesia dan Pakistan.
Salah satu fokusnya adalah peningkatan intensitas latihan bersama. Selain itu, kedua negara menjajaki penguatan kerja sama sumber daya manusia melalui pengiriman personel untuk mengikuti pendidikan maupun berbagai kursus.
Kerja sama juga diarahkan pada penjajakan pengembangan kemampuan pertahanan dan teknologi kemiliteran. Kolaborasi lintas kelembagaan turut menjadi bagian dari pembahasan untuk membuka ruang kerja sama yang lebih luas.
Kunjungan terhadap fasilitas pendidikan, armada, dan industri pertahanan Pakistan juga menjadi kesempatan bagi delegasi TNI AL untuk bertukar pengalaman mengenai berbagai aspek, mulai dari pendidikan dan latihan, manajemen operasional armada, hingga pengembangan kapasitas serta teknologi alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam).
Aspek industri pertahanan menjadi salah satu bagian penting dalam agenda tersebut. Pertukaran pengalaman dengan institusi pertahanan dan industri Pakistan dapat menjadi ruang untuk melihat berbagai kemungkinan pengembangan kapasitas teknologi serta penguatan industri pertahanan nasional.
Diplomasi Angkatan Laut
Bagi Indonesia, kerja sama tersebut tidak hanya berkaitan dengan hubungan antarmiliter, tetapi juga menjadi bagian dari diplomasi Angkatan Laut dalam membangun kepercayaan antarnegara.
Interaksi dan kerja sama antarinstitusi pertahanan diharapkan dapat memperkuat confidence building measure sekaligus meningkatkan kapasitas pertahanan kedua negara.
Dalam konteks maritim, hubungan tersebut juga memiliki arti penting karena keamanan laut membutuhkan komunikasi, koordinasi, dan kepercayaan antarnegara.
Kunjungan KSAL ke Pakistan sekaligus memperlihatkan upaya TNI AL memperluas jejaring kerja sama pertahanan dengan mitra internasional melalui pendekatan dialog, pertukaran pengalaman, pendidikan, latihan, hingga pengembangan teknologi.
Langkah tersebut sejalan dengan arah diplomasi Indonesia yang menempatkan hubungan persahabatan antarnegara sebagai salah satu instrumen dalam menjaga stabilitas kawasan.
Prinsip “Thousand Friends, Zero Enemy” juga menjadi bagian dari semangat yang dikedepankan dalam membangun hubungan Indonesia dengan negara-negara lain.
Melalui penguatan diplomasi pertahanan tersebut, Indonesia berupaya menjaga ruang kerja sama yang saling menghormati sekaligus mendukung pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif.
Bagi TNI AL, diplomasi maritim bukan sekadar agenda seremonial. Pertemuan bilateral, kunjungan fasilitas, pertukaran personel, latihan bersama, serta kerja sama teknologi menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas dan memperkuat keamanan maritim secara berkelanjutan.















Komentar