TNI Bergerak Cepat! Tiga Titik Karhutla di Sekadau Berhasil Dipadamkan

JurnalPatroliNews | Sekadau — Upaya mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan aparat di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Tiga titik panas yang terdeteksi di Dusun Sungai Kunyit, Kecamatan Sekadau Hilir, langsung ditindaklanjuti personel gabungan pada Senin (21/9/2026).

Penanganan melibatkan personel Koramil 1204-15/Sekadau Hilir, BKO Yonif TP 538/Arya Tada serta masyarakat setempat.

Dari hasil pemantauan awal, terdapat tiga titik panas dengan perkiraan luas lahan terdampak sekitar 0,5 hektare. Setelah dilakukan pengecekan langsung, petugas tidak menemukan titik api aktif atau firespot di lokasi.

Meski demikian, personel gabungan tetap melakukan penanganan untuk memastikan tidak ada bara maupun potensi api kembali muncul.

Tiga Titik Berhasil Ditangani

Setelah tiba di lokasi, personel melakukan pemeriksaan terhadap area yang terindikasi mengalami kebakaran.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus mencegah kemungkinan api kembali menyala dan menyebar ke area lain.

Seluruh titik yang menjadi sasaran penanganan berhasil dipadamkan.

Danramil 1204-15/Sekadau Hilir Kapten Arm Syarif Mahendra mengatakan pemantauan terhadap wilayah rawan Karhutla akan terus dilakukan.

“Kami terus meningkatkan pemantauan dan patroli di wilayah binaan, terutama pada lokasi yang terindikasi rawan terjadi kebakaran. Setiap informasi mengenai adanya titik panas akan segera ditindaklanjuti dengan pengecekan dan penanganan di lapangan,” ujar Kapten Arm Syarif Mahendra.

Respons Cepat Jadi Kunci Pencegahan

Penanganan titik panas dilakukan sebagai langkah antisipasi agar potensi kebakaran tidak berkembang menjadi Karhutla yang lebih luas.

Kapten Syarif juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama ketika kondisi lingkungan berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Jangan melakukan pembakaran lahan, dan apabila menemukan adanya indikasi kebakaran agar segera melaporkannya kepada aparat setempat sehingga dapat ditangani dengan cepat,” katanya.

Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mendeteksi dan melaporkan potensi kebakaran sejak dini.

Personel Gabungan Dikerahkan

Dalam kegiatan penanganan di Dusun Sungai Kunyit, kekuatan personel terdiri dari tiga anggota Koramil 1204-15/Sekadau Hilir, lima personel BKO Yonif TP 538/Arya Tada serta satu warga Desa Sungai Kunyit.

Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mempercepat pengecekan sekaligus memastikan lokasi yang terindikasi titik panas benar-benar aman dari potensi kebakaran.

Meskipun tidak ditemukan firespot aktif ketika pemeriksaan dilakukan, langkah pemadaman tetap dilaksanakan terhadap tiga titik yang terdeteksi.

Patroli Diperluas ke Wilayah Rawan

Selain penanganan di Dusun Sungai Kunyit, personel juga menyiapkan patroli pencegahan di sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi terjadinya Karhutla maupun pembakaran lahan.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Desa Seberang Kapuas, Kecamatan Sekadau Hilir.

Patroli tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengawasan sekaligus mempercepat respons apabila kembali ditemukan indikasi titik panas atau aktivitas pembakaran lahan.

Langkah pencegahan dinilai penting karena penanganan sejak munculnya indikasi awal dapat mengurangi risiko kebakaran berkembang dan meluas.

TNI dan Masyarakat Diminta Bersinergi

Penanganan Karhutla tidak hanya bergantung pada aparat. Peran masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah munculnya kebakaran, khususnya dengan tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap atau indikasi api.

Koramil 1204-15/Sekadau Hilir bersama unsur pendukung akan terus melakukan pemantauan di wilayah binaan.

Tiga titik panas di Dusun Sungai Kunyit yang telah ditangani menjadi salah satu contoh respons lapangan terhadap indikasi Karhutla.

Dengan patroli dan pemantauan yang terus dilakukan, aparat berharap potensi kebakaran dapat dideteksi lebih awal sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas.

Komentar