JurnalPatroliNews | (Jakarta) – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyiapkan total hadiah Rp 1 miliar dalam penyelenggaraan PKB Award 2026 untuk mengapresiasi kontribusi santri dan pesantren di Indonesia. Puncak penghargaan dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober 2026 di Pondok Pesantren Az-Zahra, Kampar, Riau, bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional.
Ketua Panitia PKB Award 2026, Muhammad Khozin, mengatakan ajang tersebut menjadi bentuk penghargaan terhadap peran santri dan pesantren dalam perjalanan bangsa, mulai dari masa perjuangan hingga era reformasi.
Menurut Khozin, PKB Award 2026 merupakan penyelenggaraan perdana dengan format khusus yang direncanakan dapat berlangsung secara rutin pada tahun-tahun berikutnya.
“Kami ingin menyampaikan bahwa di tahun 2026, PKB melaksanakan PKB Award. Ini kegiatan perdana yang insyaallah ke depannya juga akan rutin dilaksanakan. Tujuan PKB Award ini adalah sebagai wujud kecintaan PKB terhadap santri dan pesantren,” kata Khozin dalam konferensi pers di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10/2026).
Ia menilai kontribusi pesantren dan santri tidak terlepas dari sejarah perkembangan Indonesia, baik sebelum kemerdekaan maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.
Hadiah Rp 1 Miliar Dibagikan dalam Dua Tahap
Khozin menjelaskan, total hadiah Rp 1 miliar akan dialokasikan sesuai kategori dan mekanisme penilaian yang ditetapkan panitia. Proses penghargaan menggunakan dua pendekatan, yakni kompetisi serta kurasi atau penjurian terhadap peserta yang memenuhi kriteria.
Peserta yang dapat mengikuti kegiatan ini berasal dari kalangan warga negara Indonesia. Cakupan peserta meliputi pesantren, santri, serta individu atau kelompok yang mengembangkan kegiatan keagamaan, pesan moral, dan kreativitas digital yang berkaitan dengan kehidupan pesantren.
“Semua yang berkategori pesantren, berkategori santri, ataupun media sosial yang itu dikelola atau diinisiasi oleh santri dan pesantren, atau kelompok yang secara kontennya itu banyak melakukan syiar keagamaan maupun pesan-pesan moral yang itu dibingkai dengan kreativitas digital,” ujar Khozin.
Pemberian penghargaan direncanakan berlangsung dalam dua tahap. Sebagian pemenang akan diumumkan dan menerima penghargaan pada 22 Oktober 2026 di Pondok Pesantren Az-Zahra, Kampar, Riau. Sementara itu, pemenang kategori lainnya dijadwalkan diumumkan pada 10 November 2026, bertepatan dengan Hari Pahlawan.
Pembagian jadwal tersebut mempertimbangkan kebutuhan waktu untuk proses seleksi, penyaringan, dan penjurian. Beberapa kategori, seperti karya tulis ilmiah dan Selawat Idol, memerlukan tahapan penilaian tersendiri.
Enam Kategori PKB Award 2026
PKB Award 2026 dirancang untuk mengapresiasi beragam kontribusi santri dan pesantren, mulai dari pengembangan literasi, kepedulian terhadap lingkungan, hingga pemanfaatan teknologi dan pelestarian seni budaya.
Berikut enam kategori yang disampaikan panitia:
1. Literasi Pesantren
Kategori ini ditujukan untuk mengapresiasi penulis produktif dari kalangan santri dan insan pesantren yang menghasilkan karya terkait turats atau khazanah keilmuan Islam yang lazim dipelajari di pesantren.
Karya yang menjadi perhatian mencakup kajian fikih, hadis, sejarah Islam, dan tafsir, termasuk karya yang berkaitan dengan tradisi kajian kitab kuning. Penilaian akan dilakukan melalui proses penyaringan dan kajian oleh tim yang dibentuk secara independen.
2. Penulisan Opini atau Penulis Lepas
Kategori berikutnya memberi ruang bagi santri yang aktif menghasilkan tulisan opini maupun karya nonfiksi mengenai beragam persoalan.
Topik yang dapat diangkat antara lain isu keagamaan, sosial-politik, lingkungan, pendidikan, dan kesehatan. Melalui kategori ini, PKB ingin memberikan apresiasi terhadap produktivitas intelektual santri dalam merespons persoalan masyarakat.
3. Pesantren Hijau
Kategori Pesantren Hijau diarahkan untuk mengapresiasi pesantren yang menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, tidak hanya melalui kampanye, tetapi juga lewat praktik nyata di lingkungan masing-masing.
Khozin mengatakan kategori tersebut sejalan dengan komitmen PKB terhadap isu pelestarian lingkungan. Pesantren yang masuk dalam nominasi akan melalui proses kurasi dan penjurian untuk menentukan tiga peserta terbaik.
Ia juga mendorong pesantren agar mengambil peran lebih besar dalam membangun kesadaran ekologis dan menerapkan kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
4. Santri Digital
Kategori Santri Digital ditujukan bagi individu maupun kelompok yang memanfaatkan ruang digital untuk menyampaikan pesan keagamaan, nilai moral, dan kreativitas yang tumbuh dari lingkungan pesantren.
Khozin menilai perkembangan teknologi digital perlu diikuti oleh kalangan pesantren agar nilai-nilai yang dipelajari para santri dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Menurutnya, pemanfaatan media digital dapat menjadi sarana untuk menyebarluaskan pengetahuan, memperkuat dakwah, serta menghadirkan konten yang bermanfaat bagi publik.
5. Selawat Idol
Selawat Idol menjadi kategori yang mengangkat seni dan kebudayaan dalam tradisi pesantren. Bentuk kegiatan yang disebutkan antara lain hadrah, gambus, majelis selawat, dan berbagai ekspresi seni keagamaan lainnya.
Peserta akan melalui proses kurasi dan penjurian untuk menentukan penampil atau kelompok terbaik. Kategori ini diharapkan turut menjaga keberlanjutan tradisi seni pesantren sekaligus memberi ruang bagi kreativitas generasi muda.
6. Kategori Karya Tulis Ilmiah
Karya tulis ilmiah juga disebut Khozin sebagai salah satu kompetisi yang membutuhkan waktu khusus untuk proses penyaringan dan penjurian. Kategori ini membuka ruang bagi santri untuk mengembangkan gagasan secara sistematis melalui tulisan berbasis kajian.
Panitia menyatakan rincian teknis dan tahapan pelaksanaan masing-masing kategori akan diinformasikan lebih lanjut. Peserta perlu mengikuti pengumuman resmi untuk mengetahui persyaratan, jadwal, dan mekanisme pendaftaran.
PKB Harap Santri Lebih Produktif dan Peduli Lingkungan
Khozin berharap PKB Award tidak berhenti sebagai ajang pemberian penghargaan. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi dorongan bagi kalangan pesantren untuk semakin produktif dalam menghasilkan karya, mengembangkan kreativitas digital, dan berperan dalam pelestarian lingkungan.
Menurutnya, penghargaan dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas perhatian terhadap kontribusi pesantren di berbagai bidang, termasuk literasi, jurnalistik, seni, serta penyebaran pesan moral di ruang digital.
PKB juga berharap semakin banyak insan pesantren yang berani mengembangkan gagasan dan karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi bagian dari tradisi pesantren.
PKB Tegaskan Penghargaan Bukan untuk Menarik Dukungan Politik
Menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan PKB Award menjadi strategi untuk menarik dukungan politik, khususnya dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU), Khozin membantah anggapan tersebut.
Ia mengatakan hubungan PKB dengan pesantren berakar pada sejarah dan kultur yang membentuk partai tersebut. Menurutnya, pemberian apresiasi kepada pesantren, tokoh agama, dan santri juga pernah dilakukan dalam kegiatan lain, meskipun tidak selalu menggunakan format penghargaan seperti PKB Award.
Khozin menegaskan, penyelenggaraan PKB Award dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi pesantren dan santri, bukan semata-mata sebagai langkah politik.
Ia menggambarkan hubungan PKB dan pesantren sebagai relasi historis dan ideologis yang berkaitan dengan tradisi NU serta perkembangan kehidupan pesantren di Indonesia.
Melalui PKB Award 2026, panitia berharap kiprah santri dan pesantren semakin mendapat pengakuan sekaligus mendorong lahirnya karya-karya baru di bidang keilmuan, lingkungan, teknologi digital, dan seni budaya.















Komentar