JurnalPatroliNews | Bulungan – PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu (PHE LPB) memulai pengeboran eksplorasi Sumur Tingkilan-001 (TKLN-001) di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada Awal Oktober 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program eksplorasi di Wilayah Kerja (WK) Maratua untuk menguji potensi hidrokarbon pada Formasi Menumbar berdasarkan kajian geologi dan data bawah permukaan.
Eksplorasi ini menjadi salah satu upaya perusahaan dalam mencari sumber daya minyak dan gas bumi (migas) baru guna mendukung keberlanjutan produksi serta memperkuat ketahanan energi nasional.
Pengeboran Sumur Tingkilan-001 dilaksanakan secara vertikal menggunakan Rig PDSI #21.2 dengan kapasitas 700 horsepower (HP). Sumur tersebut ditargetkan mencapai kedalaman akhir 1.574 meter measured depth (mMD) atau 1.554 meter true vertical depth subsea (mTVDSS).
Kedalaman tersebut menjadi bagian dari rancangan teknis pengeboran untuk mengevaluasi potensi hidrokarbon pada target geologi yang telah ditentukan. Hasil eksplorasi nantinya akan menjadi dasar untuk menilai lebih lanjut prospek sumber daya migas di wilayah tersebut.
Eksplorasi untuk Menjaga Keberlanjutan Produksi Migas
Manager Drilling Zona 10, Muhdi Rizal, menegaskan bahwa kegiatan eksplorasi merupakan langkah strategis perusahaan untuk menjaga keberlanjutan produksi migas sekaligus mendukung kebutuhan energi Indonesia.
“Kami terus berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi untuk menemukan sumber daya migas baru dan menjaga keberlanjutan produksi perusahaan. Melalui kegiatan eksplorasi Tingkilan-001, kami berharap dapat menambah cadangan migas yang akan berkontribusi bagi ketersediaan dan ketahanan energi Indonesia,” jelas Rizal.
Menurut perusahaan, pengeboran eksplorasi menjadi bagian penting dalam upaya menemukan potensi cadangan baru. Namun, keberadaan dan besaran cadangan tetap harus ditentukan melalui hasil pengeboran, evaluasi data geologi, serta pengujian teknis yang sesuai.
Dengan demikian, Sumur Tingkilan-001 masih berada pada tahap eksplorasi untuk menguji potensi hidrokarbon, bukan merupakan konfirmasi bahwa cadangan migas komersial telah ditemukan.
Perkuat Koordinasi dengan Masyarakat Mangkupadi
Selain mempersiapkan aspek teknis pengeboran, PHE LPB telah menggelar sosialisasi kepada masyarakat di sekitar wilayah kegiatan eksplorasi.
Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Desa Mangkupadi.
Sosialisasi menjadi ruang komunikasi untuk menyampaikan rencana dan perkembangan kegiatan eksplorasi, menjelaskan aspek keselamatan, serta memperkuat koordinasi antara perusahaan dan para pemangku kepentingan selama kegiatan berlangsung.
Langkah ini juga ditujukan untuk membangun pemahaman bersama mengenai tahapan operasional dan pentingnya komunikasi yang terbuka dalam pelaksanaan kegiatan hulu migas.
Manager Exploration Planning & Operation Regional 3, Theodorus Rendhi, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi para pemangku kepentingan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Dukungan dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan eksplorasi Tingkilan-001 dapat berjalan dengan baik, aman, dan memberikan manfaat bagi wilayah sekitar. Kami juga terus membuka ruang komunikasi agar setiap tahapan kegiatan dapat dipahami bersama,” ujar Rendhi.
Perwakilan Kecamatan Tanjung Palas Timur yang hadir mewakili camat turut menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan pengeboran. Pemerintah kecamatan berharap komunikasi dan koordinasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dapat terus terjaga selama kegiatan berlangsung.
Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim dan Dhuafa
Sebagai bagian dari kepedulian terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasi, PHE LPB juga memberikan bantuan kepada 20 anak yatim dan dhuafa di Desa Mangkupadi.
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan ramah tamah bersama unsur pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Keterlibatan masyarakat dan pemerintah setempat menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang baik selama kegiatan eksplorasi berlangsung. Perusahaan berharap komunikasi yang berkelanjutan dapat mendukung kelancaran operasional sekaligus membuka ruang bagi kontribusi sosial di wilayah sekitar.
Meski demikian, manfaat ekonomi dan sosial dari kegiatan eksplorasi perlu terus dinilai berdasarkan pelaksanaan program, dampak yang dirasakan masyarakat, serta perkembangan kegiatan operasional di lapangan.
Bagian dari Operasi Hulu Migas Regional 3
PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu merupakan bagian dari Zona 10 Subholding Upstream Regional 3 yang berada di bawah pengelolaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI).
Dalam menjalankan kegiatan hulu migas, PHE LPB bekerja sama dengan SKK Migas serta melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang mencakup bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur, dan tanggap bencana.
Program tersebut diarahkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan dan berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Dimulainya pengeboran Sumur Tingkilan-001 menandai tahapan baru dalam upaya perusahaan mengevaluasi potensi hidrokarbon di Wilayah Kerja Maratua. Hasil kegiatan ini akan menjadi faktor penting dalam menentukan prospek pengembangan lebih lanjut.
Di tengah kebutuhan menjaga ketahanan energi nasional, keberhasilan eksplorasi tidak hanya ditentukan oleh pencapaian target teknis pengeboran, tetapi juga oleh ketepatan evaluasi geologi, penerapan standar keselamatan, dan pengelolaan kegiatan yang bertanggung jawab.















Komentar