Singgung Demo di Prancis dan Italia, Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah dinamika demokrasi dan persaingan politik. Menurutnya, perbedaan pandangan, kritik, serta kompetisi merupakan bagian dari demokrasi, tetapi tidak boleh mengorbankan keutuhan bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pemerintahan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Prabowo mengatakan, politik yang diyakininya harus berorientasi pada persatuan nasional. Ia juga mengingatkan kembali gagasan Presiden pertama RI, Soekarno, yang menurutnya menempatkan persatuan sebagai salah satu prinsip penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jadi, Saudara-Saudara, politik yang saya yakini haruslah politik persatuan nasional. Saudara-Saudara, apa yang dicanangkan oleh Presiden pertama kita Bung Karno dulu dicemoohkan. Tapi saya kira ada satu benang merah, yaitu keyakinan beliau, usaha beliau untuk selalu menjaga persatuan nasional,” kata Prabowo.

Ia kemudian menekankan bahwa menjaga persatuan menjadi semakin mendesak di tengah perkembangan demokrasi saat ini.

“National unity, Saudara-Saudara sekalian. Demokrasi kita menurut keyakinan saya sekarang semakin urgent untuk kita memelihara national unity, persatuan nasional,” lanjutnya.

Prabowo Singgung Kondisi Politik Eropa

Dalam arahannya, Prabowo menyinggung perkembangan politik di sejumlah negara Barat, termasuk Prancis dan Italia. Ia meminta jajaran pemerintah mencermati dinamika yang terjadi di negara-negara tersebut sebagai bahan refleksi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan berdemokrasi dan persatuan nasional.

Menurut Prabowo, perbedaan pandangan dan kompetisi politik tetap diperlukan. Kritik serta koreksi terhadap pemerintah juga dinilainya sebagai bagian penting dalam kehidupan demokrasi.

Namun, ia mengingatkan bahwa dinamika tersebut perlu berjalan dengan tetap memperhatikan kepentingan bangsa secara keseluruhan.

“Perbedaan bagus, kompetisi perlu. Saling kritik, saling koreksi sangat perlu. Tapi di ujungnya kita harus menjaga persatuan. Kalau kita ikut demokrasi ala barat sekarang kita lihat. Lihatlah televisi, lihatlah berita tiap hari. Apa yang terjadi di Prancis? Apa yang terjadi di Itali? Apa yang terjadi di Eropa? Tempat lahirnya demokrasi yang mengajarkan kita HAM kita lihat. Ini perlu kita sadari,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan Prabowo bahwa demokrasi perlu dijalankan bersama komitmen menjaga persatuan nasional. Meski demikian, kondisi politik di setiap negara memiliki konteks dan karakteristik tersendiri.

Koalisi Besar Disebut sebagai Upaya Menyatukan Kekuatan

Prabowo juga mengaitkan prinsip persatuan nasional dengan pembentukan koalisi pemerintahan yang melibatkan banyak kekuatan politik.

Ia mengakui koalisi pemerintahannya memiliki cakupan luas. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan merangkul sebanyak mungkin pihak untuk mendukung agenda perbaikan kehidupan masyarakat.

“Karena itu, inilah akibat dari politik yang saya jalankan. Koalisi kita besar, benar. Karena saya ingin sebanyak mungkin kekuatan bersatu untuk menjalankan perbaikan kehidupan rakyat kita,” ucapnya.

Melalui koalisi besar tersebut, Prabowo menyatakan ingin membangun kerja sama politik untuk menjalankan pemerintahan. Namun, efektivitas koalisi juga berkaitan dengan kemampuan berbagai unsur di dalamnya untuk bekerja secara terkoordinasi dan menghasilkan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Prabowo Akui Persaingan Politik Tak Terhindarkan

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengatakan tidak ingin terus memperdebatkan dinamika politik yang telah berlalu. Ia memahami bahwa persaingan dalam politik merupakan hal yang sulit dihindari, terutama di negara dengan wilayah luas dan dinamika politik yang beragam.

“Saya tidak mau mengulangi-ulangi, mengutak-ngutik yang sudah lewat. Negara sebesar kita, dinamika politik sebesar kita, pasti persaingannya keras ya. Kursi terbatas. Kok ada yang senyum ya? Nih pemimpin partai ini sadar, kursi terbatas, presiden hanya satu,” kata dia.

Pernyataan itu disampaikan dengan nada berkelakar ketika Prabowo menyinggung terbatasnya jabatan politik yang tersedia.

Pesan utama yang ditekankan Presiden dalam arahannya adalah perlunya menjaga persatuan di tengah perbedaan. Dalam pandangannya, demokrasi tetap membutuhkan kompetisi, kritik, dan koreksi, tetapi seluruh proses tersebut perlu diarahkan untuk mendukung kepentingan nasional.

Bagi pemerintah, tantangannya adalah memastikan semangat persatuan dapat berjalan seiring dengan ruang bagi kritik, kebebasan berpendapat, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan akuntabilitas penyelenggaraan negara.

Komentar