TNI Kerahkan Hercules dan CN-295 untuk Dukung Penanganan Karhutla

JurnalPatroliNews | Jakarta — Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan tambahan tiga pesawat TNI Angkatan Udara untuk memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan.

Berdasarkan keterangan Pusat Penerangan TNI (Puspen TNI), Kamis (22/10/2026), tiga pesawat yang disiapkan terdiri atas dua pesawat Hercules C-130 dan satu CN-295. Pengerahan armada tersebut ditujukan untuk mendukung operasi penyemaian udara menggunakan natrium klorida (NaCl) atau garam.

Ketiga pesawat dilaporkan telah melewati uji statis dan dinamis, dinyatakan siap operasional, serta memperoleh sertifikasi kelayakan udara dari Pusat Kelaikan Keselamatan Terbang dan Kerja TNI Angkatan Udara (Puslaiklambangjaau).

Pesawat-pesawat tersebut juga dilengkapi konsul penyemai khusus untuk mendukung pelaksanaan OMC.

Dua Hercules C-130 dengan nomor registrasi A-1319 dan A-1328 masing-masing dilengkapi enam konsul berkapasitas 800 kilogram. Dengan konfigurasi tersebut, setiap pesawat mampu membawa total 4,8 ton NaCl.

Sementara itu, pesawat CN-295 bernomor registrasi A-2904 dilengkapi delapan konsul berkapasitas 250 kilogram, sehingga mampu membawa total 2 ton NaCl.

Pesawat Dikerahkan ke Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan

Untuk mempercepat dukungan operasi di wilayah terdampak, CN-295 A-2904 diberangkatkan menuju Pangkalan TNI AU (Lanud) Sjamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Kamis sore.

Selanjutnya, Hercules C-130 A-1319 dijadwalkan bergerak menuju Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang, Sumatera Selatan, pada Kamis malam.

Adapun Hercules C-130 A-1328 masih menjalani tahap penyiapan akhir. Pesawat tersebut dijadwalkan menyusul ke Banjarmasin setelah melaksanakan uji statis dan dinamis pada 24 Oktober 2026.

Penambahan armada berkemampuan khusus ini menjadi bagian dari dukungan TNI terhadap pemerintah dan instansi terkait dalam memperkuat pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah yang menghadapi ancaman karhutla dan dampak kabut asap.

Melalui pengerahan pesawat tersebut, TNI mendukung upaya penanganan bencana hidrometeorologi dan lingkungan melalui operasi penyemaian udara yang dilakukan bersama pihak terkait.

Pelaksanaan OMC diharapkan membantu mendukung upaya penanganan karhutla di wilayah sasaran. Namun, efektivitas operasi tetap bergantung pada kondisi atmosfer, ketersediaan awan yang sesuai, serta koordinasi antarlembaga di lapangan.

Komentar