Kasal Pimpin Upacara Sumpah Pemuda di KRI Sriwijaya-100, Empat Satuan TNI AL Terima Samkaryanugraha

JurnalPatroliNews | Jakarta — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum bagi TNI Angkatan Laut (TNI AL) untuk memperkuat persatuan sekaligus memberikan apresiasi kepada satuan dan prajurit yang menunjukkan dedikasi serta prestasi dalam menjalankan tugas negara.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di atas KRI Sriwijaya-100 yang bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi refleksi semangat kebangsaan generasi muda, tetapi juga dirangkaikan dengan penganugerahan Tanda Kehormatan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL serta pemberian penghargaan kepada prajurit berprestasi di sejumlah bidang.

Dalam amanatnya, Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa persatuan dan prestasi merupakan dua unsur penting yang harus berjalan beriringan dalam membangun kekuatan organisasi.

Menurut Kasal, persatuan tanpa prestasi akan kehilangan daya dorong, sedangkan prestasi tanpa persatuan tidak akan mampu bertahan dalam jangka panjang.

Semangat Sumpah Pemuda, lanjutnya, harus menjadi inspirasi bagi seluruh prajurit untuk memperkuat nasionalisme, patriotisme, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Penganugerahan tanda kehormatan serta piagam penghargaan juga diharapkan menjadi motivasi bagi prajurit untuk terus meneladani nilai perjuangan, kedisiplinan, dan pengorbanan demi kejayaan TNI AL serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Empat Satuan TNI AL Terima Tanda Kehormatan

Salah satu agenda utama dalam peringatan tersebut adalah penganugerahan Tanda Kehormatan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL, yakni KRI Kujang-642, KRI Kerambit-627, Batalyon Infanteri 4 Marinir, dan Batalyon Infanteri 10 Marinir.

Penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan institusi terhadap dedikasi, pengabdian, dan kontribusi satuan dalam pelaksanaan tugas serta penguatan organisasi TNI AL.

Selain penghargaan kepada satuan, Kasal juga memberikan apresiasi kepada sejumlah prajurit yang mencatatkan prestasi dalam bidang operasi, pendidikan, intelijen, dan olahraga.

Penghargaan tersebut mencerminkan upaya institusi dalam mendorong profesionalisme, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta membangun budaya kerja yang berorientasi pada hasil dan pengabdian.

Ungkap Penyelundupan Narkotika hingga Evakuasi Kapal Terbakar

Di bidang operasi, apresiasi diberikan kepada Kepala Dinas Hukum Angkatan Laut (Kadiskumal) Laksamana Pertama TNI Dr. Ali Ridlo atas kontribusinya dalam mempertahankan dan mengamankan aset milik TNI AL melalui langkah-langkah hukum.

Penghargaan juga diberikan kepada Komandan Lanal Lampung Kolonel Laut (P) Irianto Kurniawan bersama Pasintel Lanal Lampung atas keberhasilan menggagalkan penyelundupan 4.364 unit narkotika jenis antomedit liquid vape di Pelabuhan Penyeberangan ASDP Bakauheni pada 12 Oktober 2026.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi prajurit TNI AL dalam mendukung upaya pencegahan peredaran barang terlarang melalui jalur transportasi laut dan penyeberangan.

Apresiasi berikutnya diberikan kepada Sertu Marinir Rico Sumantri atas aksi evakuasi penumpang KMP Batumandi yang terbakar di perairan Merak, Banten, pada 20 Oktober 2026.

Tindakan tersebut menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan, keberanian, dan kepedulian prajurit dalam menghadapi situasi darurat, khususnya ketika keselamatan masyarakat berada dalam ancaman.

Pendidikan dan Intelijen Jadi Perhatian

Penghargaan dalam bidang pendidikan diberikan kepada tenaga pendidik dan prajurit berprestasi dari sejumlah lembaga pendidikan TNI AL, meliputi Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL), Akademi Angkatan Laut (AAL), Kodiklatal, dan Kodikopsla.

Penghargaan mencakup kategori dosen teladan, dosen terbaik, serta Binsis terbaik. Apresiasi tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi personel dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, pembinaan, dan pengembangan kompetensi prajurit.

Sementara itu, pada bidang intelijen, dua prajurit yang berdinas di Pussiberal menerima penghargaan atas kontribusinya dalam mendukung pengungkapan berbagai dugaan aktivitas ilegal.

Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan, profiling, dan forensik digital terkait penyelundupan benih lobster, penambangan pasir timah ilegal, serta peredaran barang impor ilegal.

Kontribusi di bidang intelijen tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pengamanan wilayah dan penegakan hukum sesuai tugas serta kewenangan yang berlaku.

Sebanyak 21 Prajurit Berprestasi di Bidang Olahraga

Prestasi prajurit TNI AL juga terlihat di bidang olahraga. Sebanyak 21 prajurit menerima penghargaan atas pencapaian mereka dalam berbagai cabang olahraga, baik yang mengandalkan ketahanan fisik, keterampilan teknis, maupun strategi dan konsentrasi.

Cabang olahraga yang menjadi sumber prestasi meliputi panahan, catur, pencak silat, bulu tangkis, menembak, layar, selam, lari, karate, renang, dayung, taekwondo, voli, jet ski, triathlon, atletik, tenis lapangan, tinju, dan finswimming.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pembinaan personel TNI AL tidak hanya berorientasi pada kemampuan menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga mencakup pengembangan disiplin, ketangguhan, sportivitas, dan daya saing melalui olahraga.

Prestasi para prajurit di berbagai cabang tersebut sekaligus menjadi representasi semangat juang dalam membawa nama baik institusi di tingkat kompetisi.

Sumpah Pemuda sebagai Penguat Pengabdian

Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dirangkaikan dengan penganugerahan tanda kehormatan dan penghargaan prestasi, TNI AL menegaskan komitmennya untuk terus membangun sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan memiliki semangat pengabdian tinggi.

Penghargaan kepada satuan dan prajurit diharapkan tidak berhenti sebagai bentuk apresiasi seremonial, melainkan menjadi dorongan untuk mempertahankan kinerja, meningkatkan kemampuan, serta melahirkan prestasi baru.

Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 28 Oktober 1928 tetap relevan bagi prajurit TNI AL dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.

Bagi TNI AL, persatuan, profesionalisme, dan prestasi merupakan modal penting untuk memperkuat pengabdian kepada bangsa, menjaga kepentingan nasional di wilayah maritim, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang berdaulat dan berdaya saing.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini pun menjadi pengingat bahwa kejayaan institusi tidak hanya ditentukan oleh kekuatan organisasi, tetapi juga oleh kualitas personel, soliditas, dan konsistensi dalam menjalankan amanah negara.

Komentar