Agrinas Palma Gandeng BRIN, Citra Satelit Disiapkan untuk Kawal Lahan Negara

JurnalPatroliNews | Jakarta – Citra satelit Agrinas Palma menjadi bagian dari strategi penguatan tata kelola lahan perkebunan negara melalui kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang penyediaan dan pemanfaatan data spasial citra satelit resolusi tinggi pada Rabu (28/10/2026).

Kerja sama tersebut ditujukan untuk mendukung pemetaan, pemantauan, dan perencanaan pengembangan kawasan perkebunan secara lebih terukur. Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh diharapkan membantu perusahaan memperoleh data yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan, terutama dalam mengelola lahan yang diserahkan pemerintah secara bertahap.

Bagi PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), pemanfaatan teknologi berbasis data menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola aset negara, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendukung pengembangan usaha di sektor pangan serta energi.

Melalui kolaborasi dengan BRIN, perusahaan berharap pengelolaan lahan dapat dilakukan dengan memperhatikan kondisi aktual di lapangan, kesesuaian peruntukan, serta potensi pemanfaatan kawasan secara berkelanjutan.

Citra Satelit Perkuat Akurasi Pemetaan Lahan

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Mohammad Abdul Ghani, bersama jajaran manajemen menempatkan akurasi data sebagai salah satu fondasi penting dalam pengelolaan aset perusahaan.

Citra satelit beresolusi tinggi memungkinkan pemetaan wilayah perkebunan melalui data spasial yang dapat digunakan untuk mendukung perencanaan dan pemantauan kawasan. Informasi tersebut diharapkan membantu perusahaan memahami karakteristik lahan serta menentukan prioritas pengembangan berdasarkan data yang tersedia.

Direktur Kemitraan dan Plasma Agrinas Palma, Seger Budiarjo, menegaskan bahwa ketersediaan data spasial yang valid diperlukan agar keputusan strategis perusahaan dapat diambil secara lebih tepat.

“Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap manajemen memiliki data yang lebih valid dan akurat, sehingga proses pengambilan keputusan Direksi dapat dilakukan secara lebih baik. Mengingat luasnya lahan yang dikelola, dukungan teknologi menjadi kebutuhan penting agar perencanaan dan pelaksanaan program perusahaan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” kata Seger dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, dukungan teknologi penginderaan jauh semakin relevan seiring bertambahnya mandat pengelolaan lahan yang diserahkan pemerintah kepada perusahaan.

Pemanfaatan data spasial diharapkan dapat memperkuat proses inventarisasi dan perencanaan, sekaligus membantu manajemen menentukan langkah pengembangan berdasarkan kebutuhan dan potensi masing-masing kawasan.

Identifikasi Potensi Sawit hingga Singkong

Kerja sama Agrinas Palma dan BRIN tidak hanya berkaitan dengan pemetaan perkebunan kelapa sawit. Data citra satelit juga diarahkan untuk membantu mengidentifikasi kesesuaian lahan bagi sejumlah komoditas lain, seperti jagung, kedelai, dan singkong.

Informasi mengenai karakteristik serta kondisi lahan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan komoditas yang sesuai untuk dikembangkan. Meski demikian, keputusan pemanfaatan lahan tetap memerlukan kajian teknis lanjutan, termasuk aspek tanah, ketersediaan air, kondisi lingkungan, legalitas, dan kelayakan usaha.

Pendekatan berbasis data diharapkan membuat perencanaan pengembangan kawasan lebih terarah. Dengan pemetaan yang terintegrasi, perusahaan dapat menyusun prioritas kegiatan berdasarkan kondisi dan potensi lahan, bukan semata-mata mengandalkan perkiraan.

Bagi Agrinas Palma, pemanfaatan teknologi tersebut juga berkaitan dengan upaya membangun bisnis hilir yang terintegrasi. Pengembangan komoditas pangan dan energi diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi hasil perkebunan serta mendukung pemanfaatan sumber daya nasional.

Dukung Pengembangan Pangan dan Bioenergi

Dalam keterangan perusahaan, optimalisasi kelapa sawit dan singkong secara khusus diarahkan untuk mendukung ketersediaan bahan baku industri bioenergi.

Kebutuhan bahan baku menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengembangan industri energi berbasis komoditas pertanian. Karena itu, pemetaan lahan dan identifikasi potensi produksi diharapkan dapat membantu perusahaan menyusun perencanaan pasokan secara lebih terukur.

Agrinas Palma mengaitkan strategi tersebut dengan agenda pengembangan energi terbarukan, termasuk program B50 dan E20 yang disebut dalam rencana pengembangan bisnis perusahaan.

Selain aspek energi, pemetaan lahan untuk komoditas seperti jagung dan kedelai juga berpotensi mendukung perencanaan sektor pangan. Namun, realisasi manfaat tersebut bergantung pada kesesuaian lahan, produktivitas, infrastruktur, kebutuhan industri, dan pengelolaan yang berkelanjutan.

Integrasi data spasial dengan perencanaan produksi diharapkan membantu perusahaan memperkuat keterhubungan antara pengelolaan lahan, penyediaan bahan baku, dan pengembangan industri hilir.

BRIN Siap Kembangkan Kolaborasi Riset

Kepala Pusat Pelayanan Teknologi BRIN, Tata Sutardi, menilai kerja sama tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas sesuai kebutuhan perusahaan.

Menurut Tata, kontribusi BRIN tidak terbatas pada penyediaan data citra satelit. Pemanfaatan hasil riset dan inovasi lainnya juga terbuka untuk mendukung kegiatan Agrinas Palma pada tahap berikutnya.

“Kami melihat kerja sama ini memiliki potensi yang sangat besar. BRIN terbuka untuk terus mengembangkan kolaborasi, tidak hanya dalam penyediaan data citra satelit, tetapi juga melalui pemanfaatan berbagai hasil riset dan inovasi yang dapat mendukung kebutuhan Agrinas Palma ke depan,” kata Tata.

Keterlibatan lembaga riset nasional diharapkan memperkuat pemanfaatan teknologi dalam proses pengambilan keputusan perusahaan. Data yang diperoleh dapat menjadi dasar awal untuk analisis lebih lanjut, sedangkan hasil riset tambahan berpotensi mendukung peningkatan produktivitas dan pengelolaan perkebunan.

Pengembangan kolaborasi juga membuka peluang pemanfaatan keahlian ilmiah untuk menjawab persoalan operasional, mulai dari analisis kondisi lahan hingga perencanaan pengembangan komoditas dan industri turunannya.

Tata Kelola Lahan Negara Berbasis Data

Pemanfaatan citra satelit menjadi bagian dari transformasi digital dalam pengelolaan kawasan perkebunan. Melalui dukungan data yang lebih terukur, perusahaan berupaya memperkuat perencanaan dan pengawasan atas lahan yang menjadi tanggung jawabnya.

Dalam konteks tata kelola aset negara, akurasi informasi perlu berjalan seiring dengan kepastian status hukum lahan, kepatuhan terhadap ketentuan tata ruang, serta pertimbangan lingkungan dan kepentingan masyarakat sekitar.

Teknologi penginderaan jauh dapat membantu menyediakan gambaran mengenai kondisi fisik kawasan, tetapi tidak dengan sendirinya menggantikan pemeriksaan hukum, verifikasi lapangan, atau proses administrasi yang diperlukan dalam pengelolaan aset.

Karena itu, hasil pemetaan perlu diintegrasikan dengan sumber data lain dan diverifikasi sesuai kebutuhan. Pendekatan tersebut penting agar keputusan perusahaan memiliki landasan yang memadai dan dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui kerja sama dengan BRIN, Agrinas Palma berharap dapat memperkuat pengelolaan lahan secara profesional, transparan, dan berbasis informasi yang valid.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan mengembangkan potensi perkebunan nasional untuk mendukung sektor pangan, industri hilir, dan energi. Keberhasilannya akan bergantung pada kualitas data, tindak lanjut hasil analisis, serta pelaksanaan program yang terukur dan berkelanjutan.

Komentar