JurnalPatroliNews | Jakarta – Tulisan SBY soal politik liar menjadi perhatian besar pengguna media sosial. Hanya sekitar 10 jam setelah diunggah, pesan Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengenai kondisi politik nasional berhasil menembus lebih dari 9 juta tayangan di platform X, Rabu (4/11/2026).
Berdasarkan pantauan redaksi hingga pukul 20.17 WIB, unggahan yang dipublikasikan pada pukul 10.00 WIB itu mencatat 9.004.317 tayangan. Jumlah interaksi juga terbilang tinggi, dengan sekitar 266 ribu tanda suka dan 5 ribu komentar.
Perhatian publik tersebut tertuju pada pernyataan SBY yang mengungkapkan kegelisahannya terhadap praktik politik di Indonesia. Ia menilai, persaingan untuk memperoleh kekuasaan telah memperlihatkan kecenderungan yang mengkhawatirkan apabila segala cara dianggap dapat dibenarkan.
“Kok jadi begini negara kita. Kok begini liar politik kita. Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan (political power) cara apapun dibenarkan. Tidak peduli baik atau buruk. Bermoral atau tidak bermoral,” tulis SBY.
Pernyataan itu memperlihatkan kritik SBY terhadap perilaku politik yang, menurut penilaiannya, berpotensi mengesampingkan prinsip moral dan kepatutan. Baginya, perebutan kekuasaan tidak seharusnya berlangsung dengan mengabaikan batas etika.
Kegelisahan tersebut kemudian diarahkan pada dampak yang mungkin dirasakan masyarakat. SBY mengingatkan bahwa kondisi politik yang tidak sehat dapat memunculkan ketakutan dan menghilangkan rasa tenteram rakyat dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.
SBY Meminta Prabowo Menghidupkan Politik Berkeadaban
Dalam unggahan yang sama, SBY secara terbuka menyampaikan permohonan kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia berharap kepala negara mengambil peran untuk mengembalikan kehidupan politik Indonesia pada prinsip-prinsip yang berkeadaban.
“Saya khawatir kalau akhirnya rakyat merasa takut dan tidak tenteram hidup di negaranya sendiri. Sebagai warga bangsa yang sangat mencintai negeri ini, seperti juga warga negara Indonesia yang lain, saya bermohon kepada Presiden Prabowo untuk menghidupkan kembali politik yang berkeadaban,” lanjutnya.
Pesan tersebut menjadi bagian paling menonjol dari tulisan SBY. Ia tidak hanya menyampaikan kritik terhadap situasi politik, tetapi juga mengarahkan harapan kepada Presiden Prabowo agar nilai etika dan moralitas tetap menjadi landasan dalam menjalankan kekuasaan.
Politik yang berkeadaban, sebagaimana pesan yang disampaikan SBY, berkaitan dengan tanggung jawab dalam menggunakan kewenangan, penghormatan terhadap norma, serta kesadaran bahwa kekuasaan pada akhirnya harus diabdikan untuk kepentingan masyarakat.
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu kemudian menyebut seruannya sebagai panggilan sejarah sekaligus amanah rakyat. Ia berharap Prabowo memperoleh kekuatan dan tuntunan untuk menjalankan tanggung jawab tersebut.
“Ini panggilan sejarah. Ini amanah rakyat. Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan tuntunan kepada Pak Prabowo untuk menjalankan misi mulia ini,” tutup SBY.
Viral di X, Etika Politik Kembali Menjadi Sorotan
Unggahan tersebut diakhiri dengan inisial SBY sebagai penanda tulisan. Pesan itu dipublikasikan melalui akun X miliknya dan menjadi perbincangan luas di ruang digital.
Tembusnya 9 juta tayangan dalam waktu relatif singkat memperlihatkan besarnya jangkauan pesan mantan kepala negara tersebut. Namun, angka tayangan dan tanda suka tidak dapat secara otomatis dimaknai sebagai dukungan atau persetujuan seluruh pengguna terhadap pandangan yang disampaikan.
Tulisan SBY soal politik liar juga kembali mengangkat pertanyaan penting mengenai kualitas demokrasi Indonesia: sejauh mana etika dan moralitas tetap dijaga ketika persaingan mendapatkan kekuasaan semakin kuat?
Di tengah dinamika politik nasional, seruan untuk menghidupkan politik berkeadaban menjadi pesan yang ditujukan kepada seluruh pemangku kepentingan. Sebab, demokrasi tidak hanya membutuhkan kompetisi politik, tetapi juga tanggung jawab, penghormatan terhadap aturan, dan keberpihakan pada kepentingan rakyat.














Komentar