Tangis Keluarga Pecah! Dua Prajurit TNI Gugur Padamkan Karhutla Tiba di Semarang

JurnalPatroliNews | Semarang – Suasana haru menyelimuti Lanumad Ahmad Yani, kompleks Penerbad, Semarang, Jawa Tengah, saat jenazah dua prajurit TNI Angkatan Darat (TNI AD) yang gugur dalam misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah tiba, Kamis (5/11/2026).

Kedatangan jenazah Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah dan Kapten Cpn Anumerta Nurhafiz Akbar disambut isak tangis keluarga. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita turut mendampingi kepulangan kedua prajurit tersebut.

Setelah upacara penyerahan jenazah, jenazah Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah langsung diberangkatkan menuju Bandung, Jawa Barat, menggunakan pesawat Casa 212.

Sementara itu, jenazah Kapten Cpn Anumerta Nurhafiz Akbar terlebih dahulu akan disalatkan sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal, Semarang.

Kepulangan kedua prajurit tersebut menjadi bagian dari suasana duka setelah kecelakaan helikopter TNI AD dalam misi pemadaman karhutla di wilayah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Helikopter Jatuh Saat Misi Water Bombing

Sebelumnya, helikopter TNI AD bernomor registrasi HA-5235 mengalami kecelakaan di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Rabu (4/11/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.18 WIB ketika helikopter sedang menjalankan misi pengambilan air untuk keperluan water bombing. Metode ini dilakukan dengan menjatuhkan air dari udara ke titik-titik kebakaran guna membantu proses pemadaman.

Helikopter yang lepas landas dari Kuala Pembuang itu membawa delapan personel. Dalam insiden tersebut, tiga prajurit dilaporkan meninggal dunia, yakni Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah, Kapten Cpn Anumerta Nurhafiz Akbar, dan Sertu Anumerta Heri Prasetyo.

Dengan demikian, selain dua jenazah yang tiba di Semarang, terdapat satu prajurit lainnya yang juga dinyatakan gugur dalam kecelakaan tersebut.

Dalam keterangannya, Lanumad Ahmad Yani menyampaikan doa bagi para korban, baik yang meninggal dunia maupun yang selamat dalam insiden tersebut.

“Bagi korban selamat, semoga kondisinya lekas pulih kembali seperti sediakala. Bagi korban meninggal dunia, semoga Tuhan YME mengampuni segala kekhilafannya, menerima seluruh amal baiknya, menempatkan di sisi-Nya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” demikian keterangan Lanumad Ahmad Yani.

Gugurnya para prajurit dalam tugas pemadaman karhutla tersebut menjadi duka bagi keluarga dan institusi TNI AD. Pengabdian mereka dalam misi penanggulangan bencana meninggalkan kehilangan mendalam bagi orang-orang yang ditinggalkan.

Komentar