Prabowo Bahas Kereta Bali, KAI Siapkan Anggaran Lebih dari Rp2 Triliun

JurnalPatroliNews | Jakarta – Rencana pembangunan layanan kereta api atau trem di Bali memasuki tahap pembahasan lebih lanjut setelah Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin melaporkan program tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Dalam keterangannya seusai pertemuan, Bobby menyebut kebutuhan anggaran pembangunan kereta di Bali mencapai lebih dari Rp2 triliun. Proyek transportasi tersebut dirancang untuk menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan sejumlah kawasan wisata di Bali Selatan.

“Kami sampaikan anggaran yang untuk kereta Bali itu sekitar dua triliun lebih,” ungkap Bobby.

Rute yang direncanakan menghubungkan kawasan Bandara Ngurah Rai menuju Kuta, Legian, Seminyak, hingga Canggu. Jalur tersebut diharapkan menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat dan wisatawan yang selama ini mengandalkan kendaraan jalan raya untuk menjangkau kawasan pariwisata.

“Kami menyampaikan program pembangunan untuk kereta di Bali. Layanan kereta api di Bali, fase satunya adalah dari Ngurah Rai ke utara, ke Kuta, Legian, kemudian Seminyak, dan ujungnya di Canggu,” jelasnya.

Pembangunan Dibagi Menjadi Dua Fase

Bobby menjelaskan, pembangunan layanan kereta atau trem Bali direncanakan berlangsung dalam dua tahapan.

Fase pertama mencakup jalur dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Legian. Selanjutnya, fase kedua akan memperpanjang konektivitas dari Legian hingga Canggu.

Menurut Bobby, keseluruhan tahapan pembangunan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun.

“Fase 1 itu dari Ngurah Rai ke Legian, kemudian fase 2 itu dari Legian ke Canggu, itu memakan waktu dua tahun juga,” ujarnya.

Rencana tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah bersama KAI mengembangkan transportasi massal untuk mengatasi persoalan mobilitas di kawasan selatan Bali, yang menjadi salah satu pusat kegiatan pariwisata.

KAI dan Pemerintah Daerah Sudah Menyiapkan Kerja Sama

Sebelum pertemuan dengan Presiden Prabowo, KAI bersama Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung telah menandatangani kesepakatan bersama mengenai rencana pengembangan perkeretaapian di Bali pada 1 September 2026.

Kesepakatan tersebut menjadi tahap awal untuk menyiapkan kajian dan koordinasi pengembangan transportasi kereta di wilayah Bali. Pemerintah daerah dan KAI juga membahas konsep trem listrik yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai dengan kawasan Kuta hingga Canggu.

Rencana pengembangan ini diharapkan dapat memperluas pilihan transportasi publik, mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, serta mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan.

Meski demikian, sejumlah aspek proyek masih memerlukan penjelasan lebih lanjut, termasuk jadwal dimulainya konstruksi, skema pembiayaan, tahapan pelaksanaan, dan target pengoperasian layanan.

Dengan kebutuhan anggaran lebih dari Rp2 triliun dan rencana pembangunan dua fase, proyek kereta Bali menjadi salah satu agenda pengembangan transportasi yang akan menentukan konektivitas kawasan wisata Bali Selatan ke depan.

Komentar