Bukan Sekadar Meninjau, Pangdam Udayana Dengarkan Langsung Aspirasi Petani

JurnalPatroliNews | Karangasem – Upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan lahan. Dukungan sarana produksi, akses pengairan, serta pendampingan kepada petani juga menjadi faktor penting agar potensi pertanian dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Persoalan tersebut menjadi perhatian Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa saat meninjau lokasi Optimalisasi Lahan Muntig di Banjar Muntig, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026).

Dalam kunjungan itu, Pangdam tidak hanya melihat kondisi lahan dan hasil pertanian, tetapi juga berdialog langsung dengan kelompok tani untuk mengetahui kebutuhan serta kendala yang dihadapi dalam mengembangkan sektor pertanian setempat.

Kedatangan Pangdam bersama rombongan disambut Ketua Kelompok Tani Lahar Sari, I Made Jaya. Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan area pertanian dan pembahasan mengenai potensi pengembangan lahan yang selama ini dikelola masyarakat.

Di hadapan Pangdam, I Made Jaya menyampaikan bahwa Kelompok Tani Lahar Sari mengelola lahan pertanian seluas kurang lebih 30 hektare dengan anggota sekitar 40 kepala keluarga.

Meski memiliki potensi lahan yang cukup luas, kelompok tani tersebut masih membutuhkan dukungan untuk meningkatkan hasil produksi. Kebutuhan yang menjadi perhatian antara lain perluasan area garapan dan ketersediaan bibit sebagai sarana utama kegiatan pertanian.

“Kami berharap adanya bantuan perluasan lahan dan suplai bibit agar pengelolaan pertanian semakin optimal serta hasil panen dapat terus meningkat,” ungkap I Made Jaya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Mayjen TNI Made Putra Widiastawa menyampaikan rencana membantu pemenuhan kebutuhan bibit bagi kelompok tani. Pangdam juga memberikan penjelasan mengenai mekanisme pengusulan pembangunan saluran air melalui program pemerintah pusat.

Dukungan terhadap kebutuhan pengairan dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong optimalisasi lahan pertanian. Dengan pengelolaan yang lebih baik dan ketersediaan sarana produksi, potensi lahan di Banjar Muntig diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih maksimal bagi para petani.

Selain itu, Kelompok Tani Lahar Sari telah terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN). Status tersebut diharapkan dapat mendukung proses pendataan, koordinasi, serta akses kelompok tani terhadap program-program pemerintah di sektor pertanian.

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menjelaskan bahwa peninjauan tersebut merupakan bagian dari komitmen Kodam IX/Udayana dalam mendukung program strategis pemerintah, terutama percepatan pencapaian swasembada pangan nasional.

Menurutnya, penguatan sektor pertanian perlu dilakukan melalui pendampingan dan koordinasi bersama instansi terkait serta kelompok tani. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pemanfaatan lahan secara produktif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.

“Melalui pendampingan, koordinasi, dan sinergi dengan instansi terkait serta kelompok tani, Kodam IX/Udayana terus mendorong pemanfaatan potensi lahan pertanian agar lebih produktif, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional,” tandasnya.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mempertemukan kebutuhan petani dengan dukungan program pemerintah. Harapannya, aspirasi Kelompok Tani Lahar Sari tidak berhenti pada dialog, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dan langkah konkret sesuai mekanisme yang berlaku.

Optimalisasi lahan pertanian di Karangasem pun diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga memperkuat peran petani lokal dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Komentar