Sari Roti Hapus 514 Juta Saham Treasuri, Porsi Kepemilikan Indoritel Naik Jadi 28,11 Persen

JurnalPatroliNews | Jakarta – PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), produsen Sari Roti, bersiap melakukan aksi korporasi berupa penghapusan sekitar 514 juta saham hasil pembelian kembali atau buyback yang selama ini berstatus saham treasuri.

Langkah tersebut berpotensi mengubah komposisi kepemilikan saham perseroan sekaligus meningkatkan persentase kepemilikan para pemegang saham yang masih tercatat dalam struktur permodalan perusahaan.

Dalam keterbukaan informasi yang dikutip pada Sabtu (7/11/2026), manajemen Sari Roti menjelaskan bahwa penghapusan saham treasuri merupakan bagian dari strategi perseroan untuk menjaga stabilitas perdagangan saham di pasar modal dan meningkatkan kepercayaan investor.

“Penarikan saham treasuri ini sebagai upaya untuk menjaga stabilitas perdagangan saham di pasar modal dan meningkatkan kepercayaan investor, serta langkah awal meningkatkan free float saham perseroan,” demikian keterangan manajemen Sari Roti.

514 Juta Saham Hasil Buyback Dihapus

Saham yang direncanakan untuk dihapus berasal dari program pembelian kembali saham yang dilakukan perseroan sepanjang 2021 hingga 2025.

Dalam periode tersebut, Sari Roti telah membeli kembali sekitar 564 juta saham. Dari jumlah itu, sebanyak 50 juta saham telah dialokasikan untuk program Management and Employee Stock Option Program (MESOP), yakni program pemberian opsi saham bagi manajemen dan karyawan.

Sementara itu, sekitar 514 juta saham sisanya direncanakan ditarik dari peredaran melalui mekanisme pengurangan modal.

Jumlah saham tersebut setara dengan sekitar 8,31 persen dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan, dengan nilai nominal mencapai Rp10,28 miliar.

Manajemen tidak mengungkapkan harga rata-rata pembelian saham dalam program buyback tersebut.

Namun, apabila menggunakan asumsi harga saham ROTI sebesar Rp476 per lembar, nilai pasar indikatif dari 514 juta saham tersebut mencapai sekitar Rp244,76 miliar.

Angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan harga saham yang disebutkan, bukan nilai transaksi aktual maupun harga perolehan saham treasuri.

Porsi Indoritel Meningkat Jadi 28,11 Persen

Dampak penting dari penghapusan saham treasuri terlihat pada perubahan persentase kepemilikan para pemegang saham.

Berkurangnya jumlah saham yang menjadi dasar perhitungan kepemilikan akan membuat persentase kepemilikan pemegang saham yang tersisa meningkat, meskipun jumlah saham yang mereka miliki tidak mengalami perubahan.

PT Indoritel Makmur Internasional Tbk sebagai pemegang saham utama sekaligus pengendali Sari Roti diproyeksikan mengalami kenaikan porsi kepemilikan dari sebelumnya 24,17 persen menjadi 28,11 persen.

Sementara itu, kepemilikan Demeter Indo Investment Pte. Ltd juga diperkirakan meningkat dari 22,16 persen menjadi 24,17 persen.

Perubahan tersebut menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi kepemilikan secara persentase setelah saham treasuri dikeluarkan dari struktur permodalan perseroan.

Dengan demikian, aksi korporasi ini tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan saham hasil pembelian kembali, tetapi juga membawa konsekuensi terhadap struktur kepemilikan perusahaan.

RUPSLB Digelar 15 Desember 2026

Untuk merealisasikan rencana penghapusan saham treasuri tersebut, Sari Roti akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung pada 15 Desember 2026.

Adapun pemegang saham yang berhak menghadiri rapat adalah mereka yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan paling lambat pada 20 November 2026.

Persetujuan RUPSLB menjadi tahapan penting sebelum perseroan melanjutkan proses pengurangan modal dan penghapusan saham treasuri sesuai ketentuan pasar modal yang berlaku.

Bagi investor, rencana aksi korporasi ROTI ini menjadi perkembangan yang perlu dicermati, terutama terkait perubahan struktur kepemilikan, jumlah saham beredar, dan kebijakan perseroan mengenai free float.

Realisasi rencana tersebut masih bergantung pada persetujuan pemegang saham serta pemenuhan seluruh ketentuan regulator.

Komentar