Dua Siswa SRMA 19 Bantul Mengundurkan Diri, Sekolah Cari Solusi

JurnalPatroliNews – Bantul – Dua pelajar Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 19 Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memutuskan berhenti setelah beberapa minggu menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah. Pihak sekolah mengaku sudah berusaha membujuk agar keduanya mempertahankan keputusannya.

“Kami sudah berkomunikasi dengan mereka, menjelaskan konsekuensi jika benar-benar keluar,” ujar Kepala SRMA 19 Bantul, Agus Ristanto, Rabu (20/8/2025).

Agus menjelaskan, siswa asrama selalu mendapat pendampingan dalam setiap aktivitas. Ketika ada siswa yang ingin mundur, pihak sekolah bersama pendamping berupaya memberikan arahan terkait pilihan masa depan mereka.

Menurutnya, fasilitas sekolah sudah cukup memadai. Namun, alasan utama siswa mundur lebih karena merasa kurang bebas tinggal di lingkungan asrama. “Ada yang ingin lebih bebas, itu salah satunya. Bagi yang sudah bisa menyesuaikan diri, mereka merasa nyaman,” katanya.

Dua kursi kosong dari siswa yang keluar kemudian diisi oleh calon siswa cadangan melalui sistem multi entry, sehingga jumlah total pelajar tetap 200 orang. Sementara itu, kedua siswa yang mundur kini bersekolah di lembaga swasta.

Selain siswa, seorang guru Pendidikan Agama Kristen juga memilih mengundurkan diri karena faktor kesehatan. Guru tersebut kini kembali ke instansi asal, yakni Kementerian Agama.

“Penggantinya belum ada, sementara kami mengoptimalkan rekan seagama untuk mendampingi ibadah dan pelajaran. Jika dibutuhkan, kami bekerja sama dengan sekolah terdekat,” jelas Agus.

Meski begitu, sekolah juga mendapat tambahan tenaga pengajar baru. Empat guru sudah bergabung, masing-masing mengampu mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Bimbingan Konseling (BK), serta Matematika.