JurnalPatroliNews – Jakarta – Minat masyarakat desa dan kelurahan untuk mengembangkan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih terus tumbuh, terutama di sektor pariwisata yang dinilai memiliki prospek besar sebagai penopang ekonomi koperasi.
Melihat peluang tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpar) menggelar Rapat Kerja (Raker) khusus membahas pengembangan unit bisnis wisata di bawah naungan Kopdes/Kel Merah Putih.
Rapat dipimpin oleh Sekretaris Menteri Pariwisata Bayu Aji bersama jajaran Kemenpar. Dari pihak Kemenkop hadir Asisten Deputi Pemetaan Potensi Usaha Lely Hiswendari, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus, serta Tenaga Ahli Menteri Koperasi Fikri Aziz.
Panel Barus menegaskan bahwa desa wisata akan menjadi salah satu proyek strategis hasil kolaborasi Kemenkop dan Kemenpar.
“Desa wisata merupakan unit bisnis potensial. Jika dikelola dengan baik, dapat meningkatkan pendapatan koperasi sekaligus membuka lapangan kerja produktif di tingkat desa,” ujarnya, Jumat (8/8/2025).
Kemenpar melalui Jaringan Desa Wisata (JADESTA) juga menyatakan siap bekerja sama dengan lebih dari 80.000 koperasi desa yang telah diluncurkan Presiden RI Prabowo Subianto di Desa Bentangan, Klaten, Jawa Tengah pada 21 Juli 2025 lalu.
Dari pertemuan tersebut, Kemenkop dan Kemenpar menyepakati tiga langkah penting:
- Menyusun draf Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai tindak lanjut MoU yang telah ditandatangani pada 1 Januari 2025 di Yogyakarta.
- Membentuk tim kerja bersama untuk mempercepat pembangunan unit bisnis wisata di Kopdes/Kel Merah Putih.
- Melaksanakan sosialisasi dan kolaborasi secara terukur guna memperkuat pengembangan unit bisnis wisata di berbagai wilayah.
Dengan strategi ini, sektor wisata diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi koperasi desa, sekaligus mengangkat perekonomian lokal secara berkelanjutan.














