JurnalPatroliNews – Jakarta -Kementerian Koperasi (Kemenkop) menegaskan bahwa keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak semata-mata bergantung pada besarnya modal yang dimiliki.
Faktor utama yang menentukan keberlangsungan dan perkembangan koperasi justru terletak pada kualitas kepemimpinan manajer dalam membaca potensi wilayah, membangun jejaring, serta mengambil keputusan yang tepat.
Penegasan tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi, Destry Anna Sari, saat membuka pelatihan manajer KDKMP di Satdik 2 Kodiklatal Makassar, Jumat (24/7).
Pelatihan diikuti 189 manajer koperasi dan menjadi bagian dari 451 kelas pelatihan nasional yang diselenggarakan secara serentak dengan kurikulum yang sama sebagai upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia pengelola KDKMP di berbagai daerah.
Dalam arahannya, Destry menekankan bahwa seorang manajer koperasi dituntut memiliki kemampuan menganalisis potensi lokal, menyusun strategi usaha, serta membangun jejaring kerja yang luas.
Menurutnya, kemampuan membangun networking menjadi modal penting karena setiap manajer akan menjadi motor penggerak utama dalam mengembangkan koperasi di wilayah tugasnya.
“Jejaring itu sangat berharga. Seorang manajer harus mampu memahami kebutuhan koperasi sekaligus membangun hubungan dengan berbagai pihak yang dapat mendukung pengembangan usaha,” ujarnya.
Destry juga mengingatkan pentingnya memahami karakteristik masyarakat desa sebelum menyusun program kerja. Ia mendorong para manajer aktif berdialog dengan kepala desa, pengurus koperasi, dan warga agar mampu memetakan kebutuhan riil masyarakat sebagai dasar penyusunan strategi bisnis koperasi.
Menurutnya, koperasi merupakan bentuk perusahaan berbasis komunitas (community-based enterprise) yang keberhasilannya ditentukan oleh kedekatan dengan masyarakat. Oleh karena itu, manajer tidak cukup hanya memahami teori bisnis, tetapi juga harus mampu memastikan model usaha benar-benar berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat sekitar.
Di akhir pemaparannya, Destry mengingatkan bahwa para peserta pelatihan merupakan investasi jangka panjang dalam pengembangan KDKMP. Ia berharap seluruh manajer mampu menjalankan amanah dengan profesional sehingga koperasi benar-benar menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Sementara itu, Pendiri The Local Enablers, Dwi Purnomo, yang menjadi fasilitator pelatihan, menegaskan bahwa materi yang diberikan dirancang secara kontekstual agar para manajer mampu membangun model bisnis koperasi yang sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.
Ia menilai kepemimpinan menjadi aspek mendasar yang harus dimiliki setiap manajer, termasuk kemampuan membangun ekosistem usaha serta memperluas kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah desa, sesama pengelola koperasi, maupun mitra usaha lainnya.
Selain itu, Dwi mengingatkan pentingnya menghadirkan produk dan layanan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
“Manajer harus berpikir bagaimana koperasi mampu memberikan solusi bagi masyarakat. Produk yang baik sekalipun tidak akan memiliki nilai jika tidak menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
Menurut Dwi, kehadiran KDKMP di berbagai daerah membawa harapan besar bagi penguatan ekonomi desa. Karena itu, setiap manajer dituntut mampu menjadikan koperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.















Komentar