Rully Rahadian : Masyarakat Harus Kritis dan Objektif dalam Menyikapi Fenomena Ivermectine

  • Whatsapp
Rully Rahadian

JurnalPatroliNews – Jakarta,– Di tengah maraknya pro dan kontra Ivermectine sebagai obat yang dianggap mampu menyembuhkan Covid 19 ini, kami mewawancara Rully Rahadian yang juga dikenal sebagai seorang yang aktif sebagai pengamat budaya ini di sela-sela kesibukannya.

“Saya adalah orang yang pernah terpapar Covid 19 di tahun lalu, dan saya sembuh dari Covid setelah mengonsumsi Ivermectine.” Kata Rully ketika ditanya bagaimana tanggapannya mengenai Ivermectine, Kepada JurnalPatroliNews, Senin (28/6/21).

BACA JUGA :

“Awalnya saya sempat bingung ketika mendapat kepastian saya positif. Namun setelah mempelajari sekilas tentang Ivermectine melalui berbagai referensi dan penjelasan dari berbagai pihak, saya memutuskan untuk minum obat tersebut.” Jelas Rully lagi menyambung pernyataan awalnya.

“Bukan saya sendiri, tapi sekeluarga kami terpapar Covid 19. Kami mengonsumsi Ivermectine selama 4 hari, dan kondisi kami secara signifikan membaik.” Imbuh Rully meyakinkan keandalan Ivermectine ketika dirinya beserta keluarga terpapar Covid 19 di bulan Januari lalu.

Memang secara faktual sudah banyak orang yang tertolong Ivermectine ini, dan terselamatkan dari kematian. Namun berbagai wacana bermunculan, sehingga terbentuk dua paham yang berbeda, yaitu pihak yang percaya bahwa Ivermectine ini bisa menyembuhkan pasien Covid 19, dan pihak yang tidak percaya bahkan ikut membantu menggiring opini melalui media sosial, bahwa Ivermectine ini bukan obat yang tepat untuk menyembuhkan pasien Covid 19.

Ketika ditanya pendapatnya mengenai pro kontra Ivermectine tersebut, Rully menjawab secara objektif, bahwa Ivermectine adalah obat yang dibuat melalui perjalanan panjang dengan serangkaian riset sebagai obat anti parasit yang telah puluhan tahun menyembuhkan orang-orang yang terpapar parasit seperti cacing dan jasad renik lainnya.

“Betul sepanjang pemahaman saya Ivermectine juga dikenal sebagai obat anti parasit, khususnya cacing. Namun jika obat ini dikonsumsi masyarakat dan ternyata memang mampu mengobati pasien Covid 19 kenapa tidak?” Tegas Rully

“Saya memang tidak berlatar belakang pendidikan medis ataupun bidang sains yang relevan dengan obat-obatan maupun faal tubuh. Namun dengan pemahaman sederhana saya, Ivermectine sangat efektif dalam membantu pengobatan Covid 19. Sampai hari ini saya masih rutin me-maintain diri saya dan keluarga dengan Ivermectine.” Jelas Rully yang juga pernah berkecimpung di bidang riset dan pengembangan di Pusat Penelitian Teknologi ITB di tahun 2000an, dan Pusat Pengembangan Wilayah Pesisir ITB.

Ketika ditanya tanggapannya mengenai Uji Klinis terhadap Ivermectine yang akan dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang hari ini (28 Juni 2021) diumumkan di masyarakat, Rully menjawab dengan sambutan yang sangat positif.

“Itu kabar baik. Tentunya pengalaman masyarakat yang sembuh dengan Ivermectine ini perlu kajian ilmiah dan juga data yang mempunyai legitimasi dari lembaga yang berwenang, sehingga masyarakat mempunyai kejelasan terhadap obat yang bernama Ivermectine ini.” Ujar Rully dalam menggapi rencana uji klinis tersebut.

“Dalam menghadapi Pandemi ini kita harus bijak dalam memilih dan memilah alternatif pengobatannya. Tentunya masyarakat juga harus kritis, tidak terpengaruh oleh berita-berita yang bersumber dari pihak yang tidak mempunyai kompetensi terhadap alternatif pengobatan. Termasuk Ivermectine. Semakin kaya referensi dan berbagai bukti serta pengalaman, tentunya akan menjadi dasar bagi kita untuk memilih cara kita menjaga, menyembuhkan, serta merawat tubuh kita dari serangan berbagai penyakit.” Pungkas Rully menutup sesi wawancara ini.

Pos terkait