Sambangi Polda Metro Jaya, Korban Mafia Tanah Tanyakan Kasusnya

Demo berunjuk rasa menginginkan pemberantasan mafia tanah, Ilustrasi (Foto: Antara)

JurnalPatroliNews – Jakarta,-  Salah satu korban Mafia tanah mendatangi Polda Metro Jaya untuk menanyakan, kelanjutan kasusnya terkait mafia tanah. Ng Je Ngay (70) mengaku menjadi korban Mafia tanah karena rumah yang telah dibelinya ternyata berpindah tangan.

“Klien saya beli tanah dan rumah itu tahun 1990, tapi tahun 2017 klien kami malah diadukan penyerobotan lahan,” kata Aldo Joe, kuasa hukum korban, di Polda Metro Jaya, Senin (6/12).

Bacaan Lainnya

Kliennya yang juga tukang AC di Jakarta Barat tidak pernah menjual atau memindahtangankan tanah dan rumah yang ditempatinya. Atas dasar Itu, kliennya telah melaporkan mereka yang mengaku memilki tanahnya. Laporan dilayangkan 21 Maret 2018. Hingga kini sudah ditetapkan tersangka, namun sudah dua kali dipanggil mereka mangkir dan dari Polres Metro Jakarta Barat belum tetapkan ataupun lakukan upaya paksa terhadap tersangka.

Ia menjelaskan, kasus bermula saat kliennya membeli tanah dan rumah pada tahun 1990 dari seseorang bernama Oceng Lim. Sejak pembelian yang sah tersebut tanah dan rumah tidak ada masalah. Namun, pada tahun 2017 baru masalah timbul yaitu kliennya dilaporkan dengan pasal 167 KUHP ke Polsek Taman Sari. “Klien kami diadukan telah memasuki dan menguasai tanah tersebut atau penyerobotan,” ujarnya.

Kliennya pun melakukan perlawanan dan melaporkan balik, kemudian telah ada tersangka. AJB yang dipegang para pelapor juga dinyatakan palsu. “Pada 2021 tepatnya 5 Oktober pelaku ditetapkan sebagai tersangka. Tapi, sampai detik ini belum ada kinerja lebih lanjut atau pengambilan sikap oleh Polres Metro Jakbar terhadap pelaku,” ungkapnya.

Dia berharap para tersangka yang telah melakukan Penipuan dan Mafia tanah terhadap kliennya bisa segera ditahan dan ditindak.

Pos terkait