JurnalPatroliNews – Jakarta – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi Soeharto atau yang akrab dikenal dengan Titiek Soeharto, memberikan apresiasi atas peran aktif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran dalam mendukung kedaulatan pangan Indonesia. Menurutnya, kontribusi Polri nyata terlihat dalam percepatan menuju swasembada, khususnya di sektor jagung.
Titiek menyoroti hasil panen raya serentak yang digelar di berbagai wilayah Indonesia dengan cakupan lahan 1.788,26 hektar dan estimasi produksi mencapai 7.153,04 ton. Ia mencatat bahwa sepanjang Januari hingga Agustus 2025, produksi jagung nasional telah menembus 11,18 juta ton, di mana sekitar 2,7 juta ton merupakan hasil pendampingan Polri.
“Polri bukan hanya hadir secara seremonial, tetapi benar-benar turun ke lapangan. Mereka mendampingi petani dari proses pembibitan, perawatan, hingga pascapanen. Kehadiran ini memberikan jaminan nyata bagi keberhasilan para petani,” kata Titiek, Minggu (28/9).
Ia menilai kerja keras anggota Polri, terutama para Bhabinkamtibmas, memberikan dampak signifikan bagi sektor pangan sekaligus menyentuh langsung kebutuhan masyarakat luas. “Ketersediaan pangan yang cukup juga berarti menjaga stabilitas sosial. Dengan begitu, risiko kelaparan maupun kerusuhan dapat ditekan,” tegasnya.
Titiek berharap ke depan peran Polri di tengah masyarakat bisa semakin humanis, tidak hanya mengawasi, tetapi juga memberikan edukasi dan solusi atas persoalan klasik petani. Mulai dari menghindarkan mereka dari praktik curang tengkulak, menjamin kestabilan harga, hingga membantu distribusi hasil panen.
“Polri dapat menjadi problem solver bagi berbagai kendala distribusi maupun penyerapan hasil pertanian yang selama ini kerap dikeluhkan petani,” tambahnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya sinergi dengan koperasi agar petani mudah mendapatkan akses modal demi meningkatkan kesejahteraan mereka.
Titiek menutup pernyataannya dengan mengutip arahan Presiden Prabowo Subianto, bahwa Indonesia harus segera mewujudkan swasembada pangan dalam waktu singkat dan tidak lagi bergantung pada impor.














