JurnalPatroliNews – Jakarta – Suasana riuh Pesta Rakyat HUT ke-80 Republik Indonesia di Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu malam (17/8), berubah kontras di pagi harinya. Area yang semalam dipenuhi pengunjung kini dipadati pasukan oranye atau Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang sibuk memunguti sampah dan menyapu jalan.
Panggung utama perayaan telah dibongkar sejak dini hari, menyisakan lapangan terbuka. Namun, beberapa ornamen seperti logo resmi HUT ke-80 RI dengan dekorasi bunga Rafflesia Arnoldi masih terpasang dan menjadi spot foto sejumlah pesepeda yang melintas. Sejumlah tenda putih dan rangka besi juga belum seluruhnya diangkut, sementara peralatan sound system tampak tertutup plastik menunggu untuk dibereskan.
Listyo (54), salah seorang petugas PPSU, mengatakan dirinya dan rekan-rekannya sudah mulai bekerja sejak pukul 04.00 WIB.
“Dari jam empat subuh kami sudah di sini, membersihkan dari simpang lampu merah Bundaran HI sampai penyeberangan,” jelasnya sembari menyapu dedaunan di jalan.
Menurutnya, volume sampah yang ditinggalkan usai pesta rakyat terbilang banyak, mulai dari sisa makanan, plastik, hingga material panggung. Pembersihan diperkirakan berlangsung hingga siang hari sebelum akhirnya diangkut oleh tim Gerobak Motor (Germor) PPSU ke tempat pembuangan sementara.
Sementara itu, Bagus (25), salah satu pekerja vendor pengamanan acara, mengungkapkan bahwa proses pembongkaran panggung utama sudah rampung sekitar pukul 06.30 WIB.
“Sejak jam satu dini hari pembongkaran dimulai. Sekarang semua panggung sudah beres. Tinggal menunggu tim kebersihan yang masih bekerja,” ujarnya.
Bagus menambahkan, ornamen-ornamen lain seperti logo dan dekorasi bukan tanggung jawab timnya, melainkan dikerjakan vendor berbeda.
Meski semalam lokasi tersebut dipenuhi gelak tawa dan sorak sorai warga yang merayakan kemerdekaan, pagi ini Bundaran HI berangsur kembali rapi. Berkat kerja PPSU dan tim kebersihan lainnya, kawasan ikonik Jakarta itu segera bersih sehingga nyaman kembali bagi pejalan kaki, pengendara, maupun pesepeda yang melintas.














