JurnalPatroliNews – Jakarta – Nilai Bitcoin kembali mengalami pelemahan dan diperdagangkan di kisaran 87.891 dolar Amerika Serikat pada Kamis, 29 Januari 2026, berdasarkan data terbaru CoinMarketCap. Pergerakan harga menunjukkan koreksi ringan, namun tekanan jual masih terlihat mendominasi pasar.
Dari sudut pandang analisis teknikal, Bitcoin tercatat telah menembus area penopang harga penting. Sejumlah indikator pergerakan menunjukkan kecenderungan negatif, menandakan momentum pasar masih berada dalam fase bearish.
Penurunan harga tersebut turut diperkuat oleh lonjakan likuidasi di pasar derivatif kripto. Dalam 24 jam terakhir, nilai likuidasi Bitcoin melonjak tajam sebesar 77,55 persen hingga mencapai 129,36 juta dolar AS.
Situasi ini berkaitan dengan naiknya tingkat pendanaan kontrak perpetual ke zona positif di level 0,004 persen. Kondisi tersebut mengindikasikan menumpuknya posisi beli atau long di pasar, yang pada akhirnya membuat banyak trader dengan leverage tinggi terkena tekanan margin dan terpaksa menutup posisi mereka. Aksi ini kemudian memicu gelombang jual lanjutan.
Dari sisi psikologis pasar, sentimen investor kripto masih berada dalam bayang-bayang kekhawatiran. Indeks Fear and Greed Kripto bertahan di angka 38, yang masuk kategori “fear”, selama dua hari berturut-turut.
Sementara itu, dominasi Bitcoin justru mengalami peningkatan menjadi 58,95 persen. Hal ini mencerminkan adanya peralihan dana investor ke Bitcoin sebagai aset yang dinilai lebih defensif di tengah ketidakpastian pergerakan pasar kripto secara keseluruhan.













