JurnalPatroliNews – Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di wilayah negatif pada perdagangan Senin, 2 Februari 2026. Kondisi ini dinilai dipengaruhi oleh sentimen pasar yang belum sepenuhnya pulih, terutama terkait dinamika pergantian pucuk pimpinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pengamat pasar modal Reydi Octa menyebut tekanan yang terjadi lebih disebabkan oleh faktor psikologis pelaku pasar menyusul mundurnya sejumlah pejabat penting di dua lembaga tersebut. Pengunduran diri empat pimpinan OJK, termasuk Ketua Dewan Komisioner Mahendra Siregar, serta Direktur Utama BEI Iman Rachman, dinilai menambah kehati-hatian investor.
“Tekanan jual yang muncul memang berkaitan dengan isu pergantian pimpinan di OJK dan BEI, tetapi dampaknya lebih bersifat sentimen psikologis, bukan faktor fundamental utama,” kata Reydi kepada RMOL.
Menurutnya, investor cenderung menahan langkah karena menilai proses pergantian tersebut sebagai fase peralihan kebijakan yang membutuhkan waktu untuk stabil.
“Pasar melihat ini sebagai masa transisi, sehingga respons yang muncul adalah sikap wait and see,” jelasnya.
Meski demikian, Reydi menilai tekanan yang membayangi IHSG tidak akan berlangsung lama. Ia melihat peluang pemulihan masih terbuka, terutama secara teknikal, mengingat banyak saham telah terkoreksi cukup dalam dan diperdagangkan di bawah nilai wajarnya.
“Peluang rebound tetap ada karena banyak saham saat ini sudah terdiskon, meskipun kinerja emiten secara fundamental tidak bermasalah,” ujarnya.
Sebagai informasi, Direktur Utama BEI Iman Rachman resmi mengundurkan diri pada Jumat, 30 Januari 2026. Langkah tersebut diikuti oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten dan Transaksi Efek Aditya Jayaantara.
Tak berselang lama, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara juga menyatakan mundur dari jabatannya pada Jumat malam.
Sebagai respons, pada Sabtu, 31 Januari 2026, Friderica Widyasari ditunjuk sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK pengganti Ketua dan Wakil Ketua DK OJK. Sementara Hasan Fawzi dipercaya mengisi posisi Anggota Dewan Komisioner pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal.
Di sisi lain, posisi Direktur Utama BEI untuk sementara diisi oleh Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menggantikan Iman Rachman hingga penetapan pimpinan definitif.














