Kemenkop Bocorkan Syarat Penting Agar Kopdes Bisa Cairkan Dana Segar dari Bank

Sekda Sulsel Jufri Rahman mengakui bahwa keterbatasan modal menjadi kendala utama di daerahnya. “Dari 3.059 Kopdes, baru 38 yang benar-benar operasional. Permodalan memang tantangan terbesar, sehingga percepatan dukungan pembiayaan sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Kopdes Aeng Batu-Batu Jadi Role Model

Usai Rakor, SesKemenkop meninjau langsung Kopdes Merah Putih Aeng Batu-Batu di Kecamatan Galesong Utara, Takalar. Koperasi ini dinilai sukses karena mengelola sepuluh unit usaha, mulai dari KSP Syariah, gerai sembako, pangkalan gas, agen pos, apotek, hingga kafe. Bahkan, pengurus berencana menambah pabrik es, SPBN, dan kapal perikanan untuk menopang kebutuhan nelayan.

“Kopdes Aeng Batu-Batu ini bisa jadi percontohan nasional. Kliniknya sudah lengkap dengan dokter umum dan dokter gigi, apotek berfungsi, dan unit bisnisnya berjalan baik,” ungkap Zabadi.

Ketua Pengawas Kopdes Aeng Batu-Batu, Syarifa Ratu Yuliani, menambahkan jumlah anggota terus meningkat sejak ditetapkan sebagai koperasi percontohan. “Awalnya hanya 29 anggota, kini sudah 165. Desa kami makin dikenal sebagai desa kreatif dan Kampung Pancasila,” katanya.

Bupati Takalar, H. Firdaus, pun menyebut koperasi tersebut kini menjadi ikon baru di daerahnya. “Dari 110 desa, Aeng Batu-Batu menjadi yang terdepan. Dengan manajemen modern dan transaksi digital, kami yakin koperasi ini bisa jadi penggerak ekonomi desa,” ujarnya.

Zabadi berharap contoh sukses Kopdes Aeng Batu-Batu bisa direplikasi di seluruh Indonesia, sehingga keberadaan Kopdes Merah Putih benar-benar menjadi instrumen pengentasan kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.*