Vice President of Indonesia Creator Economy (ICE) IDN Hana Novitriani mengatakan, mengelola kreator konten bisa menjadi peluang bisnis besar bagi IDN.
Dia menjelaskan jumlah kreator konten yang aktif di Indonesia mencapai 12 juta orang.
Saking banyaknya, terjadilah perubahan konsumsi media. Dulu audiens mengejar berita atau konten, tapi sekarang konten yang mengejar audiensnya.
Kepercayaan masyarakat terhadap kreator konten pun meningkat. Hasil riset IDN Creator Marketing Report 2026 mencatat sekitar enam dari 10 orang Indonesia lebih percaya kepada kreator konten.
“Media, kreator, dan AI dapat bersama-sama memberikan nilai lebih dalam ekosistem digital. Lebih dari sekadar mendapatkan audiens, tapi bagaimana mendapatkan trust,” ujarnya.
Di sisi lain, nilai pasarnya terus meningkat. Tahun 2030 diperkirakan nilai pasar kreator konten mencapai sekitar Rp7 triliun.
“Ini juga merupakan peluang bagi media,” kata Hana.
Personal Branding Jadi Senjata
CEO Berita Jatim Dwi Eko Lokononto mengatakan menjalankan bisnis media juga harus diimbangi dengan membangun personal brand awak medianya.
Hal ini diperlukan untuk membangun kepercayaan publik terhadap media. Selama ini Berita Jatim tidak memanfaatkan google adsense dalam bisnisnya.
“Kami tidak mengerti SEO (search engine optimization), kami tidak tahu ini bisa menghasilkan pendapatan,” ujarnya.
Meski begitu, pendapatan iklan dan kerja sama Berita Jatim cukup besar di Jawa Timur. Ini karena kekuatan brand produk, pimpinan, dan awak medianya.
“Kami punya jasa konsultasi, event organizer, survei, dan beberapa pekerjaan komunikasi lainnya,” ujarnya.
Omzet Meroket 1.000 Persen Berkat AI
Berbeda dengan Berita Jatim, Serayunews sudah berhasil memanfaatkan AI dalam bisnisnya.
Menurut CEO Serayunews Galih Wijaya, AI bukanlah ancaman. Bahkan media mereka mampu memanfaatkan AI untuk membuat pertumbuhan bisnisnya lebih cepat dan efisien.
AI juga membuka peluang sumber revenue baru di bisnis Serayu News. Mereka melakukan diversifikasi model bisnis dengan memonetisasi konten dan data dengan bantuan AI.
AI digunakan untuk membuat konten sponsor dan institusi. Mereka juga membuka bisnis pelatihan menggunakan AI untuk perusahaan dan institusi pemerintah.
“AI membawa Serayunews mengalami kenaikan omzet lebih dari 1.000 persen dari tahun sebelumnya. Biaya produksi pun menurun 25 persen dan terus turun,” kata Galih.
Media lokal berbasis di Purwokerto, Jawa Tengah ini mengadopsi AI untuk banyak hal, salah satunya optimalisasi konten.
AI juga dimanfaatkan untuk menganalisis tren isu lokal, optimalisasi website di mesin pencari (SEO), serta membuka peluang kolaborasi dengan media lokal di seluruh Indonesia.
Diversifikasi Bisnis ala Tempo
Direktur Tempo Institute Qaris Tajudin mengatakan, untuk bisa survive, Tempo juga membangun bisnis yang beragam.
Penghasilan utama memang dari media, tapi biaya media juga lebih besar.
“Kami punya bisnis lain seperti pendidikan, data science, event, Tempo TV, dan semuanya memberikan revenue terhadap bisnis Tempo,” ujarnya.













