JurnalPatroliNews | Jakarta – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, termasuk hadirnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dinilai membawa tantangan baru bagi dunia komunikasi publik.
Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya potensi penyebaran misinformasi maupun disinformasi, peran pemimpin Public Relations (PR) kini tidak lagi sekadar menyampaikan pesan, tetapi juga menjaga kredibilitas informasi dan memperkuat kepercayaan masyarakat.
Pandangan tersebut disampaikan Deputi Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi Badan Komunikasi (Bakom) RI, Fahd Pahdepie, saat menghadiri ajang Indonesia Public Relations Top Leader 2026 di Jakarta.
Menurut Fahd, perubahan lanskap komunikasi menempatkan para pemimpin PR sebagai garda terdepan dalam membangun reputasi organisasi sekaligus memastikan informasi yang diterima masyarakat tetap akurat, transparan, dan dapat dipercaya.
Ia menilai penghargaan Indonesia Public Relations Top Leader tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan bentuk apresiasi kepada perusahaan dan para profesional komunikasi yang mampu menjaga reputasi organisasi serta menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi publik.
Dalam paparannya, Fahd juga menyoroti perubahan perilaku masyarakat yang dinilai harus dipahami oleh para praktisi komunikasi. Ia menyebut sedikitnya terdapat tiga fenomena yang kini semakin memengaruhi pola komunikasi publik, yakni survivorship bias, participation bias, dan authority bias.
Menurutnya, ketiga kecenderungan tersebut menunjukkan masyarakat semakin menginginkan hasil yang cepat, berharap dilibatkan dalam berbagai proses pengambilan keputusan, serta memiliki kecenderungan menyalahkan otoritas ketika muncul suatu persoalan.
Kondisi tersebut, kata Fahd, membuat tantangan komunikasi pada era AI menjadi semakin kompleks. Persoalannya bukan hanya menghadapi penyebaran informasi yang keliru, tetapi juga memastikan informasi yang benar tetap memperoleh kepercayaan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kepercayaan publik merupakan aset paling berharga yang harus dijaga melalui komunikasi yang terbuka, konsisten, berbasis fakta, serta mampu menjawab kebutuhan informasi masyarakat secara cepat dan akurat.
Fahd berharap Indonesia Public Relations Top Leader 2026 dapat menjadi momentum bagi para pemimpin komunikasi untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat reputasi institusi, serta menghadirkan komunikasi yang mampu mendukung pembangunan nasional di tengah transformasi digital yang terus berlangsung.
Ajang Indonesia Public Relations Top Leader 2026 yang diselenggarakan Warta Ekonomi memberikan penghargaan kepada para pemimpin komunikasi dan Public Relations dari berbagai sektor industri yang dinilai berhasil membangun kepercayaan publik, memperkuat reputasi perusahaan, serta menjalankan strategi komunikasi yang efektif di tengah perkembangan teknologi digital.
Penghargaan diberikan kepada sejumlah tokoh komunikasi perusahaan dari sektor perbankan, energi, pembiayaan, asuransi, jasa logistik, manufaktur, hingga industri lainnya yang dinilai berhasil menghadirkan komunikasi korporasi yang inovatif, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Melalui ajang tersebut, diharapkan praktik komunikasi korporasi di Indonesia terus berkembang seiring perubahan teknologi, sekaligus mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap berbagai institusi di era digital.















Komentar