Ekonomi

Begini Sikap Luhut Soal BBM Bakal Dicampur Etanol..

Beno
×

Begini Sikap Luhut Soal BBM Bakal Dicampur Etanol..

Sebarkan artikel ini
Foto: Instagram/Luhut Binsar Pandjaitan

JurnalPatroliNews – Jakarta, – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan akhirnya turut buka suara terkait rencana PT Pertamina (Persero) untuk mencampurkan bioetanol berbasis tebu pada Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya bensin Pertalite (RON 90).

Luhut menyebut, hal ini juga salah satu upaya yang akan didorong pemerintah untuk menekan emisi karbon, terutama dari sektor transportasi. Dia mengatakan, pihaknya akan menghitung terlebih dahulu berapa besar persentase untuk campuran etanol pada bensin ini, sehingga bisa menurunkan emisi dan menaikkan kadar oktan.

JPN - advertising column


Example 300x600
JPN - advertising column

“Nanti kita lakukan semua itu nanti. Sekarang lagi dihitung ini kan apa namanya supaya ini kan masalah polusi juga. Jadi kita mau etanol berapa persen supaya oktannya (naik),” kata Luhut, dikutip dari detikcom, Rabu (6/9/2023).

Luhut menjelaskan, saat ini sektor transportasi juga menjadi salah satu penyumbang polusi di DKI Jakarta dan sekitarnya. Dia menyebut, berdasarkan hasil pengetesan di lapangan, 37% sepeda motor tidak lulus uji emisi.

“Hasil pengetesan di lapangan sekarang 37% sepeda motor tidak lulus uji emisi. Nah jadi sekarang kita mau perbaikin dulu bahan bakarnya,” ungkapnya.

Selain itu, saat ini dirinya juga telah meminta program kemitraan Indonesia dan Australia untuk perekonomian (Prospera) untuk membuat kajian mendalam secara detail dan terukur.

“Sekarang yang kita lakukan itu baru filling, belum data yang lengkap. Saya pikir setelah studi yang dilakukan dalam minggu depan, kita akan tau targetnya dan akan lebih bagus,” ujarnya.

“Sekaligus saya pikir ini Presiden (Joko Widodo) mintakan supaya kita benahin semua. Ini kan kerjaan lama,” imbuhnya.

Sementara saat ditanya apakah pemerintah sudah memroyeksikan besaran harga Pertamax Green 92, Luhut belum dapat memastikannya. Namun demikian, ia berharap nantinya kebijakan ini dapat meringankan beban pengguna jalan.
“Kita akan lihat supaya jalan raya tuh jangan terbebani, itu kunci saya kira,” pungkasnya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) mengungkapkan pilihan bisnis energi hijau yang paling potensial untuk menekan emisi karbon. Ternyata, perusahaan akan mengembangkan bioenergi sebagai salah satu sumber energi hijau potensial di masa depan.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya lebih memilih bisnis bioenergi dalam masa transisi energi ini. Nicke menjelaskan, bioenergi bisa membuat negeri ini merdeka energi karena sumber bahan baku berasal dari dalam negeri.

“Jadi, mungkin saya akan pilih kilang hijau, juga bioenergi, kenapa? Strategi kami sebenarnya bagaimana bisa mengamankan pasokan dan merdeka energi. Sumber daya alam domestik kita, kita punya banyak sumber energi primer untuk bioenergi,” tuturnya dalam ASEAN-Indo-Pacific FORUM 2023 di Jakarta, Rabu (06/09/2023).

Penulis: lk/*Editor: Beno