KB PII Kutuk Trump dan Netanyahu atas Serangan ke Iran

JurnalPatroliNews – Jakarta – Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) mengecam keras Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait serangan terhadap Iran yang dinilai memperburuk situasi di Timur Tengah.

Ketua Umum Pimpinan Pusat KB PII Nasrullah Larada menyatakan kedua pemimpin tersebut tidak layak menjadi figur pemimpin dunia karena tindakan yang dianggap sebagai pelanggaran moral, termasuk dugaan serangan terhadap fasilitas sipil di Iran.

“Trump dan Netanyahu layak disebut sebagai bandit peradaban dunia karena telah memporak-porandakan hukum dan tatanan peradaban internasional,” ujar Nasrullah dalam keterangan tertulis, Senin (4/3/2026).

Ia menilai Iran bukan pihak yang memicu ketegangan di kawasan. Menurutnya, Teheran sebelumnya telah menempuh jalur perundingan dengan Amerika Serikat tanpa melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional.

“Karena itu, apa yang dilakukan Trump dan Netanyahu yang berbuntut pada perang berkepanjangan di Timur Tengah merupakan bentuk kejahatan terhadap peradaban,” katanya.

KB PII juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengambil langkah tegas terhadap kedua negara tersebut. Nasrullah menilai respons komunitas internasional diperlukan guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Ia menambahkan, serangan Iran terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan serta operasi militer terhadap posisi strategis Israel dipandang sebagai langkah defensif dalam mempertahankan kedaulatan.

“Sebaliknya, Trump dan Israel jelas-jelas melanggar hukum dan merusak tatanan internasional. Agresi militer ilegal mereka menjadi penyebab konflik yang berpotensi berkepanjangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, KB PII menyerukan negara-negara Islam di Timur Tengah untuk memperkuat persatuan dan menolak segala bentuk agresi militer yang dinilai memicu korban sipil.

“Trump dan Netanyahu layak disebut bandit peradaban dunia. Negara-negara Islam harus bersatu memberikan pelajaran kepada keduanya,” tutup Nasrullah.