Ketika Sirkular Ekonomi, QRIS dan Dana Murah Bertemu Dalam Satu Skema

PNM telah mulai mencoba menerapkan konsep tersebut melalui kerja sama dengan perusahaan yang bergerak di bidang ekonomi sirkular, yaitu PT Greenprosa.

Skema tersebut melibatkan PT Sirkular Madani Nusantara sebagai pembeli atau off-taker atas valuable waste yang dikumpulkan kelompok ibu-ibu nasabah PNM.

Secara sederhana, mekanismenya dibangun sebagai berikut.

Pertama, kelompok ibu-ibu atau aktivis bank sampah mengumpulkan sampah yang memiliki nilai ekonomi.

Kedua, sampah tersebut diklasifikasikan berdasarkan jenis dan nilai transaksinya. Terdapat 16 jenis sampah yang dapat ditransaksikan, antara lain plastik PET, HDPE, kardus, aluminium, besi, tembaga, dan minyak jelantah.

Ketiga, transaksi dilakukan secara digital menggunakan QRIS sehingga proses pembayaran berlangsung secara cashless.

Keempat, hasil penjualan sampah masuk ke rekening individual atau virtual account masing-masing nasabah.

Kelima, saldo yang tersedia dapat digunakan untuk mendukung pembayaran angsuran kredit melalui mekanisme pendebetan otomatis pada saat jatuh tempo.

Jika sistem tersebut dapat diimplementasikan secara luas, maka akan terjadi integrasi antara aktivitas ekonomi sirkular, transaksi digital, tabungan, dan skema kredit mikro.

Dengan demikian, sampah tidak lagi semata-mata menjadi persoalan lingkungan, tetapi dapat dikonversi menjadi economic value dan selanjutnya menjadi bagian dari sistem pengelolaan arus kas rumah tangga.

Model integrasi tersebut memiliki beberapa manfaat.

Pertama, meningkatkan kapasitas pendapatan tambahan nasabah melalui aktivitas ekonomi sirkular.

Kedua, memperkuat kemampuan pembayaran kredit sehingga berpotensi menurunkan risiko gagal bayar.

Ketiga, mendorong kebiasaan menabung karena hasil transaksi sampah masuk ke rekening individual.

Keempat, memperluas penggunaan transaksi digital melalui QRIS dan virtual account.

Kelima, mengintegrasikan literasi keuangan dengan literasi lingkungan dan ekonomi sirkular.

Dengan demikian, pendekatan tersebut tidak hanya berdampak pada pembiayaan mikro, tetapi juga pada pembangunan ekosistem ekonomi lokal yang menghubungkan rumah tangga, lembaga keuangan, bank sampah, pembeli (off-taker), dan sistem pembayaran digital.

Di titik inilah konsep ekonomi sirkular memperoleh dimensi baru: bukan hanya mengurangi limbah lingkungan, tetapi juga menciptakan tautan nilai ekonomi yang memperkuat inklusi keuangan mikro.

Bagaimana Mendapatkan Dana Murah?

Penguatan kapasitas angsuran debitur saja belum cukup.

Jika tingkat bunga kredit ingin diturunkan pada level 8%, maka struktur pendanaan lembaga pembiayaan juga harus lebih efisien.

Selama ini, salah satu instrumen yang digunakan Pemerintah untuk membantu menurunkan beban bunga kredit UMKM adalah dengan memberikan subsidi bunga melalui alokasi APBN.

Dalam gagasan yang ditawarkan, terdapat alternatif berupa pemanfaatan dana murah yang bersumber dari Dana Patriot Bond Danantara dengan yield 2%.

Jika dana tersebut dapat ditempatkan pada PNM untuk mendukung pembiayaan kredit mikro, maka secara teoritis penurunan cost of fund akan memberikan ruang bagi PNM untuk menurunkan tingkat bunga kredit kepada nasabahnya.

Pendekatan tersebut memiliki perbedaan mendasar dengan subsidi bunga.

Pada subsidi bunga, Pemerintah menggunakan alokasi APBN untuk menutup sebagian biaya bunga. Sementara dalam gagasan pemanfaatan dana murah, instrumen pembiayaan murah ditempatkan sebagai sumber pendanaan dengan biaya yang lebih rendah, sehingga lembaga pembiayaan dapat mengatur struktur biayanya menjadi lebih efisien.

Komentar