Kilang Pertamina Tingkatkan Upaya Dekarbonisasi, Realisasi Emisi Turun Lampaui Target 2025

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kilang Pertamina Internasional (KPI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda nasional menuju Net Zero Emission (NZE) 2060. Hingga Oktober 2025, perusahaan berhasil menekan emisi karbon sekitar 390 ribu metrik ton CO₂e, melampaui target tahunannya yang berada di angka 370 ribu metrik ton CO₂e atau setara 105% dari target.

“Capaian ini lebih dari sekadar statistik. Ini adalah bukti konkret bahwa inovasi dan upaya efisiensi energi yang kami jalankan benar-benar memberikan dampak. Dekarbonisasi sudah menjadi bagian dari strategi jangka panjang, bukan sekadar agenda sesaat,” ujar Pjs Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, dalam pernyataan resmi, Minggu 23 Oktober 2025.

Milla menjelaskan, hasil tersebut mencerminkan konsistensi KPI dalam menjalankan program pengurangan emisi berbasis teknologi dan efisiensi operasional, khususnya yang berkaitan dengan emisi lingkup satu yang berasal dari proses kilang.

Inovasi dan Efisiensi Energi Jadi Pilar Utama

Untuk menekan emisi, KPI menerapkan berbagai langkah strategis, mulai dari peningkatan efisiensi energi hingga pemanfaatan energi rendah karbon.

Salah satu inovasi yang terus diperluas adalah modifikasi unit operasi agar penggunaan energi semakin optimal. “Kami terus melakukan perbaikan operasional agar konsumsi energi lebih efisien dan ramah lingkungan,” jelas Milla.

Optimalisasi Flare Gas Recovery System

Langkah strategis lainnya adalah penggunaan Flare Gas Recovery System (FGRS), teknologi yang memungkinkan pemanfaatan kembali gas sisa pengolahan minyak yang sebelumnya dibakar. Dengan sistem ini, emisi dari proses flaring dapat ditekan secara signifikan.

Pemanfaatan PLTS untuk Operasional Kilang

KPI juga memperkuat program dekarbonisasi melalui penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah kilang. PLTS tersebut kini terpasang di Balikpapan, Dumai, Plaju, Cilacap, dan Balongan dengan total kapasitas 12,37 MWp.

Pemanfaatan energi surya mampu mengurangi emisi karbon lebih dari 3.500 ton CO₂e per tahun, sekaligus menurunkan biaya operasional fasilitas kilang.

“Pemanfaatan PLTS adalah bentuk nyata komitmen kami terhadap energi bersih,” tambah Milla.

Gas Bumi Jadi Bahan Bakar Alternatif

Selain energi surya, KPI juga meningkatkan penggunaan gas bumi sebagai pengganti refinery fuel oil dalam proses operasional kilang. Milla menyebut langkah ini selaras dengan agenda dekarbonisasi serta memperkuat posisi perusahaan dalam transisi menuju industri kilang yang lebih berkelanjutan.

Optimistis Lampaui Target Akhir Tahun

Dengan realisasi emisi yang sudah melampaui target hingga Oktober 2025, KPI optimistis dapat memperoleh hasil yang lebih besar lagi hingga akhir tahun.

Milla menegaskan bahwa seluruh program pengurangan emisi perusahaan dijalankan sesuai prinsip ESG (Environment, Social & Governance) dan berlandaskan peta jalan dekarbonisasi yang telah disusun.

“Kami ingin memastikan bahwa ketahanan energi nasional bisa berjalan seiring dengan upaya menurunkan emisi. Ini bukan pilihan, melainkan keharusan untuk keberlanjutan jangka panjang,” tutupnya.