Aspidsus juga menguraikan prioritas nasional penanganan perkara korupsi yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup masyarakat, seperti sektor Swasembada pangan (pengadaan pangan, distribusi logistik, impor komoditas strategis, bantuan pertanian), Energi (proyek pembangkit listrik, distribusi BBM bersubsidi, konsesi tambang), Air, Ekonomi kreatif, Ekonomi hijau, dan Ekonomi biru, yang kesemuanya masuk dalam Asta Cita ke-2 Presiden dan Wakil Presiden RI 2024–2029 sebagai pilar kemandirian bangsa.
”Capaian pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengukur banyaknya perkara yang ditangani, tetapi harus dibarengi pemulihan kerugian negara secara optimal dan memperbaiki tata kelola agar korupsi tidak berulang. Karena itu, pendidikan karakter antikorupsi dan internalisasi 9 Nilai Integritas (jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras) menjadi fondasi penting bagi generasi penerus termasuk mahasiswa”, tutupnya.
Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi, DEA dalam sambutannya menegaskan bahwa komitmen antikorupsi harus menjadi bagian dari identitas civitas akademika. Ia menyampaikan bahwa kita tidak hanya berfokus pada peningkatan mutu pendidikan, tetapi juga berperan aktif membangun generasi muda yang berintegritas tinggi dan tangguh menghadapi tantangan moral di era modern.
Rektor mengajak seluruh peserta dan sivitas akademika untuk terus meningkatkan kesadaran hukum, memperkuat nilai-nilai etika, serta berani menolak setiap tindakan yang berpotensi merusak integritas pribadi maupun institusi.
“Kami bertekad menjadi teladan dalam gerakan antikorupsi, dan kita semua adalah bagian dari perubahan itu,” tutupnya.
Sesi tanya jawab berlangsung sangat menarik karena beberapa Mahasiswa dan Dosen sangat aktif bertanya, panitia Harkordia juga memberikan souvenir berupa kaos dan stiker dengan tagline Harkordia kepada para peserta yang aktif dan bertanya.
Turut hadir pada kegiatan tersebut Rektor Umrah, para Wakil Rektor, para Dekan, Dosen, tamu undangan Forkopimda Tanjungpinang dan para Mahasiswa Umrah sekitar 180 orang.














