JurnalPatroliNews – Jakarta – Gelombang dukungan bagi kemerdekaan Palestina kembali menggema di kawasan Asia-Pasifik. Seruan tersebut datang dari berbagai elemen mulai dari lembaga pemerintah, parlemen, kalangan akademisi, tokoh agama, organisasi masyarakat sipil, lembaga kemanusiaan, hingga komunitas pemuda dan gerakan solidaritas.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, menyampaikan bahwa terdapat dua poin inti yang ditegaskan dalam Deklarasi Asia-Pasifik untuk Palestina di Jakarta pada 7–8 November 2025.
“Peserta Dialog Internasional Asia-Pasifik menyepakati penguatan kerja Koalisi Global untuk Al-Quds dan Palestina (GCAP) di kawasan, serta menempatkan Indonesia sebagai pusat gerakan,” ujar Prof. Sudarnoto dalam rilis tertulis, Minggu (9/11/2025).
Ia menekankan bahwa tragedi kemanusiaan yang menimpa rakyat Palestina, terutama di Jalur Gaza, telah menimbulkan korban luar biasa: puluhan ribu warga sipil — termasuk perempuan dan anak — tewas, sementara jutaan lainnya terpaksa mengungsi dan hidup di tengah kelaparan, blokade, serta hancurnya fasilitas vital seperti rumah ibadah, rumah sakit, dan sekolah.
Prof. Sudarnoto mengaitkan situasi tersebut dengan sejumlah regulasi internasional, antara lain Piagam PBB (1945), Deklarasi Universal HAM (1948), Konvensi Jenewa (1949), dan Konvensi Pencegahan serta Penghukuman Kejahatan Genosida (1948) yang menegaskan hak seluruh bangsa untuk menentukan nasib sendiri serta perlindungan bagi warga sipil.
“Kita juga perlu mengingat ketidakadilan sejarah yang dialami rakyat Palestina akibat penjajahan berkepanjangan, pengusiran, serta pembatasan sistematis terhadap hak-hak dasar mereka, termasuk akses pangan dan obat-obatan,” jelasnya.
Ia menggarisbawahi bahwa peserta Konferensi Asia-Pasifik untuk Palestina 2025 berkomitmen bekerja bersama hingga kekerasan dihentikan, hukum ditegakkan, serta Palestina meraih kemerdekaan penuh dengan Yerusalem sebagai ibu kota.
“Dalam semangat solidaritas Asia-Pasifik untuk Palestina, kami menegaskan tekad kuat demi keadilan, martabat, dan kebebasan bagi rakyat Palestina,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas gelombang solidaritas global, termasuk dari Asia-Pasifik, yang turut menggerakkan jutaan orang menuntut akuntabilitas, keadilan, dan kemerdekaan Palestina.
Isi Deklarasi Asia-Pasifik untuk Palestina 2025
- Mengutuk keras genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan oleh Israel, serta mendesak penghentian seluruh pelanggaran terhadap rakyat Palestina dan hukum internasional.
- Mendesak Israel mematuhi kesepakatan gencatan senjata, mengakhiri blokade di Gaza, dan membuka akses bantuan kemanusiaan tanpa batas ke wilayah terdampak.
- Menegaskan dukungan atas hak rakyat Palestina untuk kembali ke tanah mereka, menentukan masa depan secara independen, dan membangun negara berdaulat; sekaligus mendorong rekonsiliasi internal Palestina.
- Menuntut penarikan total pasukan Israel dari semua wilayah Palestina yang diduduki secara ilegal serta pengembalian tanah yang disita pemukim kepada pemilik sahnya.
- Mengajukan penempatan Pasukan Multinasional — dipimpin Indonesia, Turki, dan Malaysia — yang bertugas mengawal gencatan senjata dan implementasi resolusi PBB.
- Mengimbau negara anggota OKI dan pendukung Palestina untuk memutus hubungan diplomatik dengan Israel serta mendorong pengusiran Israel dari PBB.
- Mendesak ICJ dan ICC mempercepat proses hukum atas pelanggaran Israel dan menuntut akuntabilitas atas kejahatan perang dan genosida.
- Bertekad memperkuat gerakan solidaritas Asia-Pasifik melalui:
a. Diplomasi kolektif di PBB dan forum regional
b. Komunikasi antarlembaga legislatif
c. Bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi
d. Penguatan jejaring masyarakat sipil serta kampanye edukasi global
e. Pembentukan Dana Wakaf Palestina dan mengajak partisipasi negara-negara kawasan - Mengajak pemerintah, lembaga, dan masyarakat Asia-Pasifik untuk menerapkan serta memperluas gerakan BDS (Boycott, Divestment, Sanctions) guna menekan Israel in line dengan hukum internasional.
- Bersepakat memperkuat peran Koalisi Global untuk Al-Quds dan Palestina dalam menyatukan strategi advokasi, riset, kerja kemanusiaan, dan melawan propaganda Israel di wilayah Asia-Pasifik.














