JurnalPatroliNews – Jakarta – Kegiatan Eco RunFest 2025 yang berlangsung di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 23 November 2025 tidak hanya menonjolkan sisi olahraga, tetapi juga komitmen lingkungan. Pertamina menggandeng Waste4Change untuk mengolah seluruh sampah yang terkumpul selama acara tersebut, dengan total mencapai 5,79 ton dari tujuh titik pengumpulan.
Seluruh sampah langsung dikirim dan ditangani di fasilitas Rumah Pemulihan Material (RPM) Vida Bekasi pada hari yang sama guna mencegah bau dan polusi udara.
“Kami menargetkan proses pemilahan selesai dalam satu hari. Begitu sampah tiba, tim langsung bekerja tanpa jeda,” ujar Andhika, perwakilan Operasional RPM Waste4Change Bekasi, Rabu, 26 November 2025.
Hasil pemrosesan menunjukkan bahwa 70 persen sampah masih bernilai manfaat, sedangkan 30 persen merupakan residu. Jenis material yang paling besar kontribusinya adalah kemasan botol PET dari minuman, yang mencapai sekitar 4 ton. Setelah dibersihkan, kemasan PET memiliki nilai jual rata-rata Rp9.000 per kilogram.
Sementara residu—seperti tisu, sampah organik bercampur, dan kemasan multilayer—diproses menjadi biomassa agar dapat dimanfaatkan industri sebagai bahan bakar alternatif untuk boiler.
“Eco RunFest menghasilkan sampah dengan kualitas baik. Materialnya relatif bersih sehingga off-taker sangat berminat. Ini membantu menciptakan nilai ekonomi dan mencegah sampah berakhir di TPA,” jelas Andhika.
Waste4Change juga memastikan tidak ada limbah B3 tercampur dalam pengolahan. Apabila ditemukan material berbahaya seperti jarum suntik, pihaknya akan memisahkannya dan mengembalikannya kepada penyelenggara untuk penanganan sesuai prosedur.
“Di tengah ekonomi yang dinamis, sampah dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat sektor daur ulang. Lewat acara ini kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang tepat dapat memberi manfaat,” tambahnya.
Di sisi lain, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa Eco RunFest menjadi contoh nyata bahwa kegiatan olahraga dapat selaras dengan prinsip keberlanjutan.
“Eco RunFest dilaksanakan dengan standar pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Kami ingin pengalaman bagi pelari tetap maksimal, sekaligus memastikan dampaknya positif bagi lingkungan,” ungkap Baron.














