JurnalPatroliNews – Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Solo, Jawa Tengah, diyakini menjadi sinyal kuat untuk meredakan isu pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pengamat komunikasi politik, Hendri Satrio, menyampaikan pandangannya pada Rabu, 23 Juli 2025. Menurutnya, silaturahmi antara dua tokoh penting tersebut berpotensi meredam ketegangan politik yang tengah berkembang.
“Pertemuan itu bisa saja membahas isu-isu strategis terkini, dan saya menilai setelah pertemuan tersebut, wacana pemakzulan Wapres akan mereda secara bertahap,” kata Hendri.
Dikenal dengan panggilan Hensat, pendiri lembaga survei Kedai KOPI ini menilai bahwa kedatangan Prabowo ke rumah Jokowi juga merupakan bentuk empati atas polemik yang menjerat Jokowi terkait dugaan ijazah palsu.
Ia memperkirakan Prabowo turut memberikan dukungan agar persoalan itu bisa ditangani dengan baik, menunjukkan ikatan solidaritas politik di antara keduanya.
“Isu ijazah ini sudah berada di luar kapasitas Jokowi sebagai pribadi, jadi mungkin Prabowo datang juga untuk memberi dukungan agar hal ini segera dituntaskan,” ujar Hensat.
Lebih jauh, ia menduga bahwa topik perombakan kabinet juga menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan itu. Mengingat sebagian besar jajaran menteri saat ini merupakan bagian dari era kepemimpinan Jokowi, wajar bila ada diskusi terkait masa depan mereka di bawah pemerintahan Prabowo.
“Pertemuan itu juga mungkin dimanfaatkan untuk membicarakan nasib para menteri dari kubu Jokowi. Apakah mereka akan tetap bertahan atau akan diganti, tentu jadi pertimbangan,” jelasnya.
Hensat menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan semata seremoni biasa. Ia melihatnya sebagai langkah strategis Prabowo untuk mengirimkan pesan politik yang jelas, baik ke masyarakat maupun ke kalangan elite politik.
“Ini bukan sekadar kunjungan kehormatan. Ini langkah politik cerdas yang menyampaikan pesan kepemimpinan dan arah hubungan kekuasaan ke depan,” pungkasnya.














