Pidato Jokowi di Rakernas PSI Dinilai Sarat Kegelisahan Politik

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kehadiran mantan Presiden Joko Widodo dalam Rapat Kerja Nasional Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 31 Januari 2026, dinilai memuat pesan yang lebih dalam dibanding sekadar bentuk dukungan politik biasa.

Analis politik Politika Research & Consulting, Nurul Fatta, menilai Jokowi tampil sebagai figur orang tua yang datang membawa petuah, suntikan semangat, sekaligus kecemasan atas masa depan partai berlambang gajah tersebut.

“Saya membaca kehadiran Jokowi di Rakernas PSI sebagai sosok bapak yang memberi nasihat, menyemangati, namun juga menyimpan kegelisahan,” ujar Fatta, Minggu, 1 Februari 2026.

Menurutnya, salah satu pesan utama Jokowi berkaitan dengan dinamika internal PSI yang berpotensi semakin rumit seiring masuknya aktor-aktor baru. Jokowi, kata Fatta, mengingatkan bahwa perbedaan pandangan, preferensi, hingga sikap politik adalah hal yang tak terelakkan dan perlu dikelola secara dewasa oleh partai.

Pesan berikutnya menyentuh soal konsolidasi politik di tingkat bawah. Jokowi mendorong PSI untuk membangun kekuatan organisasi dari akar rumput, bahkan hingga struktur paling dasar seperti RT dan RW, jika ingin tumbuh sebagai partai yang berkelanjutan.

Selain itu, Jokowi juga menyampaikan dorongan optimisme agar PSI mempersiapkan diri secara serius menghadapi Pemilu 2029 dengan target kemenangan yang jelas.

Namun, di balik rangkaian pesan tersebut, Fatta menangkap nuansa emosional yang berbeda.

“Seruan Jokowi yang menyatakan siap bekerja mati-matian untuk PSI justru saya baca sebagai ekspresi kegelisahan, rasa terancam, dan kekhawatiran yang cukup dalam,” kata Fatta.

Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan bahwa kekuatan sebuah partai ditentukan oleh soliditas organisasi hingga tingkat desa, RT, dan RW. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk turun langsung ke lapangan, menyambangi daerah-daerah hingga ke tingkat kecamatan apabila dibutuhkan.