JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan tanda kehormatan kepada jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai bentuk pengakuan negara atas kontribusi aktif institusi tersebut dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, yang sejalan dengan agenda prioritas Asta Cita.
Penganugerahan berlangsung dalam rangkaian kegiatan Panen Raya Nasional di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Acara tersebut dihadiri ribuan petani serta para pemangku kepentingan dari berbagai daerah yang terlibat langsung dalam pembangunan sektor pertanian nasional.
Penghargaan itu diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 1 dan 2/PK Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa dan Satyalancana Wira Karya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menerima Tanda Kehormatan Bintang Jasa Nararya. Penghargaan ini menjadi simbol apresiasi negara atas peran strategis Polri dalam menjaga keamanan, stabilitas wilayah, serta pendampingan berkelanjutan terhadap program ketahanan pangan.
Selain Wakapolri, Presiden Prabowo juga menganugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada sejumlah pejabat dan personel Polri lainnya. Mereka dinilai menunjukkan konsistensi tinggi dalam mendukung penguatan ketahanan pangan melalui pembinaan masyarakat, pengamanan daerah pertanian, hingga keterlibatan langsung dalam program-program lapangan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi tanggung jawab moral bagi Polri untuk terus mengabdi kepada masyarakat.
“Penghargaan ini kami maknai sebagai amanah untuk terus menjaga dan mengawal ketahanan pangan nasional, terutama pada komoditas strategis seperti jagung,” ujar Trunoyudo dalam keterangan tertulis, Rabu, 7 Januari 2026.
Sepanjang tahun 2025, Satgas Ketahanan Pangan Polri mencatat peningkatan signifikan pada produksi jagung nasional, yakni sekitar 9 persen atau setara 1,36 juta ton. Dengan capaian tersebut, total produksi jagung nasional mencapai 16.501.555,66 ton.
Lonjakan produksi paling besar tercatat pada kuartal IV 2025, seiring optimalisasi pemanfaatan lahan seluas 651.196 hektare yang menghasilkan sekitar 3.479.432 ton jagung.
Di sisi lain, penyerapan hasil panen oleh Bulog mencapai 101.713 ton atau sekitar 63,8 persen dari target. Langkah ini berperan penting dalam menjaga kestabilan harga di tingkat petani sekaligus menekan potensi permainan harga di pasar.
Melalui pencapaian dan penghargaan tersebut, Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir secara profesional dalam mendukung ketahanan pangan nasional sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara.













