Pada 12 Juli 2025, Prabowo melanjutkan misi diplomatiknya ke Brussel, Belgia, di mana ia bertemu sejumlah pimpinan utama Uni Eropa. Dalam pertemuan bilateral bersama Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa António Costa, Indonesia dan Uni Eropa berhasil mencapai kesepakatan akhir dalam negosiasi IEU-CEPA, perjanjian ekonomi strategis yang telah mandek selama lebih dari 10 tahun.
Selama berada di Belgia, Presiden juga bertemu Raja Philippe dalam kunjungan kehormatan di Istana Laeken, menandai peningkatan relasi bilateral kedua negara.
Puncak lawatan terjadi pada 14 Juli 2025 saat Prabowo menjadi tamu kehormatan dalam perayaan Hari Nasional Bastille di Paris, Prancis. Keesokan harinya, ia dijamu langsung oleh Presiden Emmanuel Macron dalam jamuan kenegaraan di Istana Élysée, di mana keduanya membahas isu-isu strategis mulai dari kerja sama pertahanan, perdagangan, geopolitik kawasan, hingga dukungan terhadap solusi dua negara dalam konflik Palestina.
Kunjungan ini juga memiliki nilai simbolis, mengingat tahun 2025 menandai 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Prancis, sebuah momentum yang ditekankan kedua kepala negara sebagai dasar penguatan kemitraan masa depan.













