JurnalPatroliNews – Jakarta – Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta menyiagakan ribuan personel untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama masa libur Hari Suci Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah pada tahun 2026. Pengamanan dilakukan selama 24 jam dengan sistem sif yang telah diatur.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengatakan sekitar 1.790 personel diterjunkan setiap hari untuk melakukan pengamanan di berbagai wilayah Jakarta.
Secara keseluruhan, Satpol PP DKI Jakarta memiliki sekitar 5.100 personel yang disiagakan di seluruh wilayah ibu kota. Para petugas tersebut dibagi dalam tiga sif sehingga pengamanan dapat berlangsung sepanjang waktu.
“Jadi Jakarta dijaga oleh mereka semua selama 24 jam,” ujar Satriadi, Minggu (15/3/2026).
Selain menyiagakan personel, Satpol PP juga mengantisipasi potensi kerawanan selama periode mudik Lebaran, terutama terkait rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemiliknya.
Satriadi menginstruksikan jajaran di tingkat wilayah, khususnya kepala satuan tugas di tingkat kelurahan, untuk berkoordinasi dengan aparat kelurahan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta unsur masyarakat seperti RT dan RW.
Koordinasi tersebut bertujuan menyosialisasikan langkah-langkah pengamanan kepada warga yang akan melakukan perjalanan mudik.
Satpol PP juga mengimbau masyarakat agar memastikan rumah yang ditinggalkan dalam kondisi aman serta memberi informasi kepada lingkungan sekitar ketika bepergian.
“Kalau bisa memang dititipkan atau diinformasikan kepada lingkungan sekitar kalau memang sedang mudik. Itu yang perlu diinformasikan kepada masyarakat,” kata Satriadi.
Di sisi lain, Satpol PP DKI Jakarta juga meningkatkan pengawasan melalui patroli yang lebih intensif. Menurut Satriadi, patroli tidak hanya dilakukan dengan melintas, tetapi juga memastikan langsung kondisi keamanan di lingkungan masyarakat.
Ia menekankan agar frekuensi patroli ditingkatkan selama periode menjelang hingga setelah Lebaran. Jika sebelumnya patroli dilakukan satu kali, maka dapat ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali dalam satu periode pengawasan.
“Patroli yang tadinya cuma sekali bisa dua kali atau tiga kali. Patroli juga harus berkualitas, jangan hanya sekadar lewat, tapi menyapa dan memastikan bagaimana kondisi keamanan di sekitarnya,” jelasnya.
Selain kawasan permukiman, pengawasan juga akan difokuskan pada sejumlah lokasi yang diperkirakan mengalami lonjakan aktivitas masyarakat, seperti tempat-tempat wisata setelah perayaan Lebaran.
Menurut Satriadi, kehadiran petugas di lokasi-lokasi tersebut penting untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas selama masa libur panjang.
“Kita harus hadir di situ untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung,” pungkasnya.











