JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan keberhasilan Indonesia meraih swasembada pangan nasional pada tahun 2025. Pengumuman tersebut disampaikan pada 7 Januari 2026 dan menjadi penanda capaian besar di sektor pangan dalam waktu yang relatif singkat.
Presiden Prabowo menilai keberhasilan mencapai swasembada beras hanya dalam kurun satu tahun merupakan hasil kerja kolektif jajaran kabinet serta seluruh pihak yang terlibat dalam penguatan sektor pertanian nasional.
Capaian tersebut mendapat respons positif dari kalangan masyarakat sipil. Aktivis 98 Resolution Network, melalui salah satu penggagasnya Eli Salomo Sinaga, menyatakan bahwa realisasi swasembada pangan merupakan bukti konkret dari janji politik Presiden Prabowo terkait kemandirian pangan.
“98 Resolution Network melihat komitmen Presiden Prabowo terhadap swasembada pangan tidak berhenti pada wacana, tetapi diwujudkan melalui kebijakan nyata,” ujar Eli dalam pernyataan tertulis, Rabu, 14 Januari 2026.
Menurut Eli, salah satu langkah strategis yang menjadi fondasi kebijakan tersebut adalah diterbitkannya Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 73/Kpts./OT.050/M/02/2025 tentang pembentukan Satuan Tugas Swasembada Pangan.
Ia menjelaskan, strategi utama pemerintah difokuskan pada peningkatan produksi melalui optimalisasi seluruh potensi lahan pertanian yang tersedia, disertai penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pangan.
Selain itu, pemerintah juga dinilai melakukan berbagai terobosan regulatif guna memangkas hambatan kebijakan yang selama ini dianggap menghambat produktivitas pertanian nasional.
“Langkah-langkah kebijakan tersebut cukup efektif dalam perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, hingga evaluasi menyeluruh program swasembada pangan,” jelasnya.
Eli meyakini, dengan komitmen kuat yang ditunjukkan Presiden Prabowo, ketergantungan terhadap impor pangan yang selama ini merugikan petani dapat ditekan secara signifikan.
“Indonesia memiliki peluang besar untuk kembali berdiri di atas kekuatan pangannya sendiri,” pungkasnya.












