JurnalPatroliNews – Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya menanggapi permintaan sejumlah tokoh masyarakat yang mendorong pembebasan Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, beserta lima aktivis lain yang kini ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.
Desakan tersebut datang melalui surat dari Gerakan Nurani Bangsa (GNB) yang dipimpin Sinta Nuriyah Wahid, istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Surat itu ditujukan langsung kepada Kapolri agar para aktivis segera dibebaskan.
“Ya, saya sudah menerima surat dari salah satu tokoh GNB, kalau tidak salah dari mantan Ibu Negara. Tentu kami menghormati dan menghargai hal tersebut,” ujar Sigit kepada wartawan, Jumat (26/9).
Meski begitu, Sigit meminta publik bersabar. Ia menegaskan pihak kepolisian masih membutuhkan waktu untuk mendalami rangkaian peristiwa yang menjerat keenam aktivis itu. Menurutnya, penangguhan penahanan bisa dilakukan asalkan semua persyaratan hukum terpenuhi.
“Beri kesempatan kepada kami untuk mempelajari kasus ini secara menyeluruh. Jika syarat penangguhan sesuai ketentuan dipenuhi, tentu akan kami pertimbangkan. Namun bila ada yang belum terpenuhi, penyidik akan menjelaskan alasannya,” tegasnya.
Sebelumnya, tokoh GNB Lukman Hakim menyampaikan harapan agar para aktivis segera bebas, mengingat aksi demonstrasi yang mereka lakukan berlangsung damai. Ia juga menegaskan bahwa GNB siap menjadi penjamin penangguhan penahanan Delpedro dkk.
“Kami sudah bersepakat, GNB siap menjadi penjamin dalam proses penangguhan itu. Jadi kami akan berdiri bersama mereka,” kata Lukman di Polda Metro Jaya, Selasa (23/9).
Diketahui, Polda Metro Jaya telah menetapkan enam orang tersangka terkait dugaan penghasutan dalam gelombang unjuk rasa beberapa waktu lalu. Mereka adalah:
- Delpedro Marhaen (DMR), Direktur Lokataru sekaligus admin Instagram @lokataru_foundation.
- Muzaffar Salim (MS), staf Lokataru dan admin @blokpolitikpelajar.
- Syahdan Husein (SH), admin @gejayanmemanggil.
- Khariq Anhar (KA), admin @AliansiMahasiswaPenggugat.
- RAP, admin akun IG @RAP, dituduh membuat tutorial bom molotov sekaligus mengatur kurir di lapangan.
- Figha Lesmana (FL), admin TikTok @fighaaaaa.














